Harga Gas 3 Kg Melambung

Ary, gas elpiji (1)
ARY/Bengkulu Ekspress
Tabung gas elpiji ukuran 3 Kg disalah satu warung yang ada di Kota Curup, saat ini harga isi ulang gas elpiji 3 KG di Kabupaten Rejang Lebong tengah melambung.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Harga isi ulang gas elpiji ukuran 3 Kg dalam beberapa minggu terakhir mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya. Dari pantauan di lapangan harga elpiji yang disubsidi pemerintah tersebut mencapai Rp 27 ribu pertabung.

“Belum lama ini saja beli isi ulang gas 3 Kg, harganya tinggi sekali yaitu Rp 27 ribu,” sampai Sisca (29) warga Kelurahan Talang Rimba Lama Kecamatan Curup Tengah, Senin (27/8) kemarin.

Selain harganya yang melangit, menurut Sisca keberadaan isi ulang tabung gas yang berbentuk melon tersebut sangat susah dijumpai, ia harus beberapa mencari dibeberapa warung terlebih dahulu untuk mencari isi ulang elpiji 3 Kg tersebut.”Selain mahal, mencarinya juga susah, harus mutar-mutar dari warung satu ke warung satunya lagi sebelum akhirnya mendapatkan isi ulang gas 3 Kg ini,” sampai Sisca.

Ia mengaku, selama ini tidak pernah membeli gas ukuran 3 Kg di pangkalan, karena setiap ia mendatangi sejumlah pangkalan, pemilik pangkalan selalu mengatakan bahwa gas ukuran 3 Kg habis, sehingga ia lebih memilih membeli di warung.Senada dengan yang disampaikan Sisca, Heni (32) warga lainnya juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir atau sebelum lebaran Idul Adha kemarin, harga gas elpiji 3 Kg di Kota Curup mengalami kenaikan dibandingkan dengan sebelumnya.

“Saya barusan beli harganya Rp 25 ribu, harga elpiji ini naik sejak beberapa mingu terakhir,” sampai Heni.

Harga isi ulang gas elpiji ukuran 3 Kg sendiri, menurut Heni meningkat dari sebelumnya yang biasanya berkisar antara Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu per tabung. Meskipun menurut Heni harga tersebut juga jauh lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dimana menurut Heni HET untuk isi ulang elpiji ukuran 3 Kg di Kabupaten Rejang Lebong sendiri ditetapkan Rp 18 ribu per tabung oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Kalau melebihi HET tersebut memang sudah lama, tapi kami juga tidak tahu, tidak ada tindakan dari pemerintah,” keluh Heni.Heni juga mengaku, bahwa harga yang melebihi HET tersebut memang berada ditingkat warung-warung. Hanya saja saat ia mencoba membeli elpiji ukuran 3 Kg di pangkalan yang menjual sesuai dengan HET, tabung isi ulang selalu kosong sehingga ia harus membeli diwarung yang harganya lebih tinggi.”memang harganya tinggi karena diwarung, tapi kita tidak bisa apa-apa dan terpaksa membeli diwarung karena dipangkalan selalu kosong,” demikian Heni.(251)