Harga Gabah Capai Rp 6.600 Per Kg


MUKOMUKO, BE – Harga gabah kering di wilayah Kabupaten Mukomuko, mengalami kenaikan yang cukup mengembirakan. Sebelumnya dengan harga Rp 5.500 per kg, naik menjadi Rp 6.600 per kg. Kenaikan itu telah berlangsung sejak satu bulan terakhir. “ Ya, harga gabah naik. Ini dikarenakan harga beras mengalami kenaikan,” ujar Ketua Gapoktan Desa Arah Tiga, Andi dikonfirmasi Bengkulu Ekspress kemarin.

Meskipun harga tinggi ketersediaan gabah kering sulit didapat. Ini dikarenakan petani di wilayah Kabupaten Mukomuko mayoritas tengah turun tanam. Meskipun ada, hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah itupun sangat terbatas. Gabah dibeli dari petani dengan harga yang lumayan tinggi. Yang selanjutnya gabah dijadikan beras khususnya bagi kelompok yang mempunyai rice miling unit.

Meskipun kapasitas pengolahannya masih terbatas. Dari gabah kering hanya mampu menggiling menjadi beras 6 hingga 7 ton per hari. Jika gabah melimpah gapoktan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat dalam daerah, melainkan menjual ke daerah lain. Seperti antar kabupaten hingga dibawa ke luar Provinsi Bengkulu, seperti ke Provinsi Jambi, Sumbar dan sejumlah provinsi lainnya.

Dia mengharapkan rice miling yang berada di Desa Pondok Panjang, Mukomuko segera difungsikan. Ini juga membantu dalam penggilingan gabah menjadi beras dalam skala besar. “ Kalau rice miling dibangun pemerintah itu diperkirakan bisa memproduksi beras mencapai 20 ton dengan hitungan beberapa jam. Sedangkan, gapoktan yang punya rice miling unit sangat terbatas. Sebelum beras dijual terlebih dahulu harus menunggu dalam jumlah yang besar,” demikian Andi. (900)