Harga Emas Tembus Rp 840 Ribu/Gram

IST

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Harga emas perhiasan di Kota Bengkulu hingga 2 April 2020 telah mencapai Rp 840 ribu per gram. Harga tersebut mengalami peningkatan signifikan dibanding sebelumnya hanya Rp 776 ribu per gram. Makin mengkilapnya harga emas disebabkan wabah virus korona yang melanda seluruh negara di dunia. Sehingga membuat banyak orang menyimpan emas sebagai antisipasi untuk melindungi nilai aset mereka.
Pedagang Emas di KZ Abidin Kota Bengkulu, Andika Wijaya mengatakan, kenaikan harga emas sudah terjadi sejak maraknya berita tentang wabah virus korona. Bahkan hingga saat ini terus mengalami kenaikan.

“Namun kenaikan harga emas bertahap. Tidak langsung naik,” kata Andika, Kamis (2/4).

Menurutnya, isu tentang wabah virus korona merupakan salah satu penyebab kenaikan harga emas karena banyak investor yang beralih dari aset berisiko ke aset yang lebih aman yaitu emas.

“Karena proyeksi ekonomi global yang akan melemah terdorong sentimen virus korona,” tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kenaikan harga emas tersebut juga disebabkan karena perubahan nilai mata uang dolar AS dan naiknya harga emas dunia. Sedangkan nilai tukar rupiah melemah.

“Semakin tinggi nilai mata uang dolar terhadap rupiah atau semakin lemahnya rupiah terhadap dolar, maka harga emas akan semakin menguat atau tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, harga emas perhiasan memang sedikit lebih mahal dibandingkan harga emas batangan, karena emas batangan belum dimodifikasi.

“Saya rasa harga emas ini akan terus naik sampai menjelang lebaran nanti, karena dipengaruhi jumlah permintaan di pasaran yang meningkat,” ujar Andika.

Lebih lanjut ia mengatakan karena harga emas yang naik, maka saat ini kebanyakan masyarakat menjual ketimbang membeli emas yaitu mencapai 70 persen.

“Potongan harga untuk penjualan emas yaitu Rp 100.000 per 2,5 gram,” ungkapnya.

Sementara itu, Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof Dr Kamaludin MM mengaku, kenaikan harga emas cukup signifikan terjadi di Bengkulu. Bahkan pada Februari 2020 lalu, komoditas ini memberikan andil yang cukup besar terhadap inflasi daerah dengan besaran mencapai 0,0372 persen.

“Harga emas memang lagi gila-gilanya, karena ada wabah korona orang berbondong-bondong beli emas, mereka mau mengamankan nilai aset, karena percuma punya tabungan banyak tapi nilainya akan tergerus dengan inflasi juga,” tutupnya.(999)