Harga Daging Ayam Potong Naik, Pedagang Kurangi Stok Penjualan

FOTO KLARA/BE – Yenti (40), pedagang ayam potong di kawasan Pasar Panorma,

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Harga daging ayam potong di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, beberapa minggu terakhir terus merangkak naik. Kini sudah mencapai Rp 40.000 per kg.

Informasi yang dihimpun dari pedagang daging ayam potong di kawasan Pasar Panorama, kenaikan harga daging ayam ini terpantau  sejak 2 minggu terakhir. Sebelumnya hanya Rp 20.000/kg, terus naik menjadi Rp 25.000/kg. Per hari ini tembus Rp 40.000/kg.

Kenaikan harga, selain mendekati tahun baru 2020 dan faktor pandemi Covid-19, juga karena stok di sejumlah peternak menipis karena meningkatnya permintaan konsumen di era new normal. Dimana  pemerintah sudah memperbolehkan mengadakan hajatan, kemudian rumah makan sudah banyak yang beroperasi kembali.

Di sisi lain, dengan mahalnya harga daging ayam ini, minat pembeli daging ayam pun menurun.  Para pembeli berganti mencari lauk lain seperti ibu-ibu rumah tangga beralih mencari ikan laut dan telur saja.

Sepinya pembeli dirasakan oleh Yenti (40), salah satu pedagang daging ayam di Panorama Kota Bengkulu. Yenti mengaku omsetnya turun  karena dagangannya sepinya pembeli, sehingga ia menjual ayam potong hanya beberapa ekor saja.

“Ya, semenjak pandemi pasar semakin sepi ditambah lagi harga daging ayam potong harganya naik. Jadi untuk sekarang  kami hanya mengharapkan pesanan dari pesta pernikahan, rumah makan, hotel, kuliner,” ujar Yenti, Kamis (19/11).

Yenti menambahkan, biasanya pesanan itu sekitar 10 kg saja, tidak terlalu banyak seperti pada saat harga normal bisa membeli sampai 18 kg. “Sedangkan kalau untuk ibu-ibu rumah tangga cuma sedikit yang membeli,” ujarnya.

Selain itu, pedanag sudah mengalmai penurunan  penjualan  sejak Maret hingga November  ini, sehingga para pedagang mengurangi  persedian ayam potong untuk sementara sampai harga ayam potong kembali normal agar menghindari kerugian.

“Untuk sekarang cuma berani menyediakan ayam 10 ekor saja. Biasanya sebelum pandemi menjual 20 ekor ayam potong. Dulu, berjualan sampai pukul 07.00 WIB dagangan sudah habis. Sekarang, sampai pukul 05.00 (sore) WIB masih banyak daging ayam yang belum terjual,” ujarnya.

Yenti berharap harga ayam potong tidak naik lagi, karena pembeli jadi berkurang membuat kebutuhan sehari-hari tidak tercukupi.

FOTO KLARA/BE – Yurna (38), pedagang ayam potong di kawasan Pasar Panorama

Hal serupa pun dialami Yurna (38), yang juga berjualan daging ayam di Pasar Panorama, Kota Bengkulu.

Yurna mengaku, dirinya hanya menjual  daging ayam 12 ekor saja per harinya. Padahal, sebelum pandemi dirinya mampu menjual hingga 25 ekor daging ayam per hari.

Kalau sekarang dia tidak berani menjual banyak stok daging ayam. “Hanya sesuai permintaan bebarapa  para pelanggan saja, seperti rumah makan, soal nya pasar sudah sepi di tambah harga ayam naik hingga Rp 40.000/kg,” katanya.

Yurna berharap kondisi normal secepatnya, dan pandemic cepat berakhir supaya mereka bisa kembali menjual daging ayam dengan jumlah yang banyak.

“Saya berharap harga daging ayam kembali normal dan tidak merangkak naik lagi, selain itu saya juga berharap pandemi ini cepat berakhir sehingga semuanya bisa kembali normal,” tutupnya.(mg6)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*