Harga Cabai Turun

Cabai
DOK/Bengkulu Ekspress
Harga cabai di Kota Bengkulu terus mengalami penurunan, Rabu (25/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Harga komuditas cabai di Kota Bengkulu belakangan ini terus mengalami penurunan. Kondisi tersebut berbanding terbalik saat menghadapi tahun baru hingga pertengahan Januari 2018 lalu yang terus meroket. Salah satu pedagang cabai di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu, Susi (40) mengatakan, harga cabai merah pada Rabu (25/7) tinggal Rp 26.850 per Kilogram (Kg). Padahal sebelumnya, harga bumbu dapur yang memiliki rasa pedas tersebut sempat berada di harga Rp 42.650 per Kg.

“Ya begitulah harga cabai. Jangan kaget,” kata Susi.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, di dua pasar di Kota Bengkulu hampir semua jenis cabai mengalami penurunan. Baik cabai biasa, cabai rawit dan cabai keriting mengalami penurunan. “Hampir seluruh cabai mengalami penurunan harga,” ujar Susi.

Di Pasar Tradisional Modern misalnya, harga cabai keriting selama satu minggu ini mengalami penuruan kisaran Rp 3000 per Kg. Sedangkan jenis cabai lainnya juga terpantau menurun. Sementara di Pasar Panorama, penurunan harga juga terjadi pada cabai merah, yang sebelumnya mencapai Rp 40.000 kini Rp 29.000 per Kg, sementara cabai rawit juga mengalami penurunan harga Rp 44.450 per Kg menjadi Rp 43.750. “Hampir di seluruh pasar harga cabai mengalami penurunan,” terang Susi.

Menurunnya harga cabai diduga disebabkan oleh persediaan yang banyak di pasar. Selain itu, naik dan turunnya harga cabai juga dikarenakan faktor cuaca. “Sehingga tidak bisa diprediksi dan harganya selalu berubah-ubah,” ujar Suradi, Pedagang Sayur di Pasar Panorama Kota Bengkulu.

Walaupun harga cabai cenderung berfluktuatif mengalami penurunan, namun pedagang cabai mengaku belum mengalami kerugian. Mengingat, cabai merupakan komoditas pokok yang wajib dibeli masyarakat. “Kami masih untung, tapi kalau harga terus turun belum tau kedepannya,” tutup Suradi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Hj Dewi Dharma MSi mengaku, beberapa harga komoditas di pasar memang mengalami fluktuatif. Pihaknya hingga kini masih mencari penyebab turunnya harga cabai di Kota Bengkulu.



“Saya cek dulu kenapa harganya mengalami penurunan, biasanya karena faktor banyaknya stok dan cuaca, makanya harganya turun,” singkatnya.(999)