Harga Cabai Merah Merosot

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Sejumlah petani cabai di Bengkulu merasa kecewa dan kesal lantaran harga cabai merosot hingga Rp 15 ribu per kilogram. Hal ini diduga akibat pandemi Covid-19 yang mewabah sejak empat bulan terakhir.

“Saat ini harga per kilogram hanya Rp 15 ribu. Padahal sebelum adanya wabah korona, kisaran harga masih Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogramnya,” kata Ketua Serikat Tani Bengkulu, Muspani SH, Selasa (9/6).

Dengan harga tersebut, Ia dapat memastikan petani cabai tidak akan memperoleh keuntungan. Maka itu, Muspani mengaku, saat ini banyak petani yang enggan kembali menanam cabai merah sebelum kondisi benar-benar seperti semula.

“Kalau harga segitu, untung capek saja. Sebab, tentu mereka tak kan dapat apa-apa. Balik modal saja sudah Alhamdulillah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keuntungan membawa hasil petani ke pasar tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkannya setiap harinya. Bahkan biaya operasional dari pra tanam hingga pasca panen mencapai mencapai ratusan ribu rupiah.

“Untungnya habis-habis untuk biaya operasional saja. Sebab, harga jual ke pedagang di pasar juga hanya Rp 11 sampai 12 ribu per kilogramnya. Mana lagi untungnya,” tuturnya.

Karena harga begitu anjlok, Muspani berharap ada solusi yang kongkrit dari pemerintah daerah maupun provinsi. Dirinya berharap agar pemerintah bisa menormalkan kembali harga jual beli cabai ini. Paling tidak di kisaran angka Rp20 ribu per kilogramnya.

“Jika seperti ini terus, lama-lama petani cabai kita tak mau lagi menanam cabai. Tentu, ini sangat berdampak pada kebutuhan pangan di Bengkulu sendiri,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, H Lierwan SE mengatakan, penurunan harga cabai di level petani terjadi sejak minggu kedua April. Hal tersebut disebabkan karena jumlah stok cabai merah yang cukup melimpah di daerah.

“Memang harga turun karena mendekati panen raya. Bahkan hingga Juni ini masih belum signifikan naiknya karena kebutuhan masyarakat menurun. Terlebih karena efek penyebaran Covid-19 ini,” ungkapnya.

Untuk harga cabai merah di tingkat petani saat ini berada di harga Rp 12 ribu hingga Rp 13.500 per kilogram. Padahal saat ini kualitas cabai dari petani tergolong bagus. Terutama yang berasal dari daerah dataran tinggi di Kabupaten Rejang Lebong. Selain panen melimpah, faktor pengiriman cabai terutama ke beberapa daerah juga tersendat akibat dilarang kapal bersandar.

“Tidak hanya itu permintaannya di sejumlah pasar di Bengkulu pun turun, imbas dari sepinya konsumen,” tutupnya.(999)