Harga BBM Bakal Naik

 

BBMAntrean Panjang Terjadi di SPBU

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – PT Pertamina akan mengevaluasi kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Evaluasi ini dilakukan untuk melihat angka kenaikan harga BBM yang bakal terjadi dalam beberapa bulan kedepan, baik untuk BBM subsidi maupun non subsidi.

Penjabat Sementara Region Comunication & CSR Pertamina Sumatera Bagian Selatan (Sumbagel), Zainal Abidin mengatakan, evaluasi harga BBM itu akan dilakukan dalam dua bulan sekali.

“Nanti kita akan evaluasi, untuk rencana naik atau tidaknya harga BBM,” terang Zainal kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (27/7/2018).

Dijelaskannya, pada kenaikan harga BBM non subsidi itu, PT Pertamina tidak bisa melakukan secara sepihak. Sebab, pemerintah pusat telah mengatur, bahwa rencana kenaikan itu harus diketahui dan disetujui oleh pemerintah. Jika tidak dilakukan, maka kenaikan juga tidak bisa dilakukan. “Ini untuk BBM nonsubsidi. Kalau BBM subsidi itu masih pemerintah yang menetapkan,” tegasnya.

Untuk saat ini, harga BBM subsidi dan non subsidi masih sama, tidak ada kenaikan. Hanya saja, saat ini telah terjadi antrean panjang di setiap SPBU di Provinsi Bengkulu. Menurut Zainal, antrean panjang itu terjadi kerena ada kenaikan konsumsi BBM oleh masyarakat. Padahal, secara kuota, semua jenis BBM diklaim aman untuk memenuhi kebutuhaan masyarakat.

“Antrean ini bukan karena kuota yang kurang. Ada kenaikan konsumsi BBM yang terjadi di masyarakat Bengkulu,” jelas Zainal.

Menurutnya, PT Pertamina tidak pernah mengurangi kuota BBM baik subsidi maupun non subsidi di Provinsi Bengkulu. Bahkan perbulan setidaknya untuk BBM jenis premiun 7.500 kiloliter (KL) didistribusikan di 12 SPBU di Bengkulu. Termasuk untuk solar subsidi tidak kurang dari 8 ribu KL perbulan didistribusikan. Untuk di Kota Bengkulu saja, rata-rata perbulan BBM jenis solar subsidi 3 ribu KL didistribusikan, begitupun dengan premium 23 ribu KL perbulannya. “Kondisi BBM subsidi di Bengkulu itu masih aman,” katanya.

Zainal mengatakan, untuk realisasi distribusi BBM jenis solar non subsidi pada bulan Juni lalu saja, didistribusikan ke SPBU sampai 2 ribu KL. Termasuk pertalite dan pertamax distribusinya sampai 4.900 KL. “Termasuk BBM non subsidi, tidak dibatasi. Berapapun SPBU minta, kita akan berikan,” tambahnya.

Agar tidak mengantre terlalu panjang, Zainal menyarankan kepada pengedara tidak hanya mengatre di satu titik SPBU saja, tapi juga di SPBU lainnya. Begitupun dengan angkutan perusahaan seperti batu bara juga sudah dilarang menggunakan solar subsidi. Untuk itu, masyarakat diminta mengawasi, agar tidak ada lagi truk-truk menggunakan solar subsidi.

“Silahkan mengisi BBM di SPBU yang lain juga,” ujarnya.

Zainal juga menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir soal pasokan bbm. Coverage days untuk BBM jenis solar di Bengkulu 8 sampai 9 hari kedepan masih tercukupi. Disarankan juga untuk tidak membeli terlalu berlebihan. “Cuma kalau solar subsidi ya memang ada kuotanya. Pertamina menyediakan jenis BBM lain yang bisa digunakan,” tandas Zainal. (151)

DISTRIBUSI BBM DI PROVINSI BENGKULU

BBM SUBSIDI
Premium 7.500 KL/bulan
Solar 8.000 KL/bulan
BBM NON SUBSIDI BULAN JUNI
Bio Solar 2.000 KL
Pertalite 2.450 KL
Pertamax 2.450 KL

 

HARGA BBM DI BENGKULU

JENIS HARGA
Premium Rp 7.300 per liter
Solar Rp 6.900 per liter
Pertalite Rp 7.800 per liter
Pertamax Rp 9.500 per liter
Dexlite Rp 9.000 per liter
Pertamina Dex Rp 10.500 per liter