Harga Bawang Merah, Tembus Rp 35 Ribu

bawang merah
Foto : IST

BINTUHAN,Bengkulu Ekspress– Harga komoditas bawang merah di Kabupaten Kaur beberapa pekan terakhir ini makin meroket. Sebab jika sebelumnya harga bawang merah hanya Rp 28 hingga 30 ribu per Kg, namun dalam beberapa hari terakhir sudah mencapai Rp 35 ribu per Kg.

“Kenaikan sudah mulai sejak satu minggu ini, dan kalau sebelumnya harganya Rp 28 ribu tapi sekarang sudah Rp 35 ribu per Kg,” keluh Wati (45), salah pedagang nasi goreng kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (24/3).

Dikatakannya, untuk saat ini harga bawang yang menembus Rp 35 ribu itu merupakan bawang merah yang berasal dari Pulau Jawa. Akan tetapi untuk bawang impor maupun bawang sortiran yang bentuknya kecil-kecil saat ini masih terbilang rendah yaitu hanya Rp 30 ribu per Kg. Dimana sebelum mengalami kenaikan beberapa minggu lalu, harga bawang merah sendiri menurut Wati tertingginya hanya Rp 30 ribu dan kini sudah menembus angka Rp 30 ribu. Sedangkan untuk harga bawang putih sendiri kini tidak mengalami kenaikan namun tidak terlalu signifikan. Dimana saat ini harga bawang putih sendiri sebesar Rp 29 ribu per Kg atau naik sebesar Rp 4 ribu per Kg dari sebelumnya Rp 25 ribu pe Kg.



“Kalau untuk bawang putih masih normal dan tidak terlalu naik dan sekarang ini hanya Rp 29 ribu per Kg. Saya kurang tahu persis penyebab naiknya ini mungkin karena stok kurang,” ujarnya.

Sementara itu, Hayati (39) salah satu pedagang bawang di pasar inpres mengakui jika beberapa pekan terakhir ini harga bawang merah mengalami naik dari harga sebelumnya. Dimana saat ini harga kebutuhan bumbu pasar saat ini yang mengalami kenaikan siginifikan adalah bawang merah dari sebelumnya Rp 28 ribu menjadi Rp 35 ribu per Kg. Kenaikan bawang merah maupun putih, seringkali dikeluhkan pembeli. Ini dikarenakan harga nya naik terlalu tinggi. “Pembeli banyak yang komplain itu karena harganya mahal. Sehingga mereka mengurangi jumlah pembelian. Misalnya langgaran beli 5 kilo menjadi 3 kilo, kenaikan bawang ini mungkin karena mau puasa ini,” ujarnya.(618)