Harga Anjlok, Petani Sawi di Rejang Lebong Tebas Tanaman


Ist/BE
Petani di Desa Sumber Urip saat menebas tanaman sawi putih, para petani lebih memilih tak memanen sayuran sawi karena harganya hanya Rp 200/kg.

CURUP, bengkuluekspress.com– Lantaran harga sejumlah komoditas sayuran di Kabupaten Rejang Lebong anjlok, terutama sawi putih. Sejumlah petani sayuran di lereng Bukit Kaba Kecamatan Selupu Rejang lebih memilih menebas sawi putih yang dalam beberapa bulan mereka tanam dan rawat.
Adi (31), salah seorang petani di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang mengungkapkan, bahwa saat ini harga sawi putih di tingkat petani hanya dihargai Rp 200/kg. Sehingga jangankan untuk mengembalikan modal tanam dan perawatan, untuk biaya panen saja tidak cukup.
“Selain harganya yang cuma Rp 200/kg, untuk menjualnya saja para petani susah. Sehingga kita lebih memilih menebas tanaman sawi putih yang sudah siap panen,” ungkap Adi.

Adi mengaku, para petani bisa mendapatkan untung minimal harga sawi putih ditingkat petani Rp 1.500/kg. Mulai dari harga bibit, pupuk dan biaya perawatan semakin hari semakin tinggi.
“Untuk sawi putih ini, minimal harganya Rp 1.500 di tingkat petani, baru petani mendapatkan untung meskipun sedikit,” tambahnya.

Ia menerangkan, sawi yang ditebas selanjutnya mereka akan olah untuk dijadikan pupuk kompos. Sehingga bisa sedikit menghemat biaya pupuk pada musim tanam selanjutnya.
Tak hanya mereka tebas, sawi putih yang mereka tanam juga sebagian ada yang mereka berikan kepada warga lainnya.
“Kami ingin membagi-bagikan kepada warga di jalan, namun panennya saja kami butuh biaya, sehingga untuk masyarakat yang mau silahkan ambil di kebun langsung dan sebagin kami tebas untuk dijadikan pupuk kompos,” demikian Adi.(251)