Harapkan Pelayanan Publik Terus Membaik

ASRI/Bengkulu Ekspress
PANTAU: Ombudsman Bengkulu saat memantau pelayanan di BPMPTSP BS, Selasa (24/9).

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress–Sejak Senin (23/9) hingga kemarin, Selasa (24/9), ombudsman Bengkulu mengunjungi Bengkulu Selatan (BS). kedatangan mereka untuk melihat langsung pelayanan publik di Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil ) dan Dinas Penanaman Modal pelayaan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) BS.

“ Harapan kami dengan kehadiran kami ke daerah pelayanan publik semakin membaik,” kata Ketua Ombudsman perwakilan Bengkulu Jaka Andika saat ditemui di kantor DPMPTSP BS, Selasa (24/9).

Jaka mengatakan Dukcapil dan DPMPTSP merupakan pelayanan publik yang selama ini sering menjadi sorotan. Pasalnya kedua instansi tersebut memiliki pelayanan publik paling banyak bersentuhan dengan masyaarakat. Namun selama ini warga sering mengeluh di media sosial, lantaran mereka tidak puas terhadap pelayanan publik.“ Selama ini sering kita lihat masyarakat mengunggah keluhannya di media sosial terhadap pelayanan yang kurang maksimal, sehingga ke depan harus diperbaiki,” ujarnya.

Jaka Andika mengatakan, saat ini Ombudsman hadir di semua kabupaten/ kota di provinsi Bengkulu, Sehingga dirinya mempersilahkan warga melapor atau mengadu ke pihaknya jika ada pelayanan yang tidak maksimal.“ Jika ada keluhan terkait pelayanan publik, sampaikan ke kami dan kami siap menindaklanjutinya,” ujar demikian Jaka Andika.



Kepala DPMPTSP BS, H Samsu Hardi MSi menyambut baik adanya ombudsman di daerah terutama di BS.Dirinya mengaku dengan hadirnya ombudsman akan memberikan dampak positif bagi pelayanan publik. Khusus di DPMPTSP, dirinya mengaku saat ini terus berupaya meningkatkan pelayanan publik. Bahkan saat ini warga bisa memantau pelayanan publik yang dilakukan DPMPTSP BS melalui internet. Pasalnya pihaknya melaksanakan pelayanan secara online.

“ Kami selalu memberikan pelayanan maksimal, jika ada petugas kami yang nakal sampaikan ke kami dan kami juga akan sampaikan ke Ombudsman agar oknum tersebut bisa diproses,” ujar Samsu Hardi. (369)