Hanyut, IRT Tewas

jembatan batu kuning putusKOTA BINTUHAN, BE – Kencana Wati (30), seorang ibu rumah tanggga (IRT) warga Desa Manau XI Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur tewas setelah terserat arus Sungai Padang Guci Hulu.

Informasi dihimpun BE, sebelum peristiwa naas itu menimpa korban, sekitar pukul 7.00 WIB korban hendak pergi ke sawah meniti jalan di tepi Sungai Padang Guci.

Namun karena tanah pijakan di tepi sungai kondisinya licin,  kaki korban terpeleset. Setelah hilang keseimbangan, naas bagi korban ia jatuh ke dalam sungai sedalam 7 meter.

Setelah jatuh, tubuh korban masih terlihat mengapung di air namun hanyut ke arah hilir. Rekan korban yang melihat korban hanyut langsung memanggil warga untuk menolong korban.

Warga sekitar pun langsung menyisir lokasi sekitar korban tenggelam, namun tidak ada hasilnya. Akhirnya warga Manau XI dan anggota Polsek Padang Guci Hulu menyusuri Sungai Padang Guci, karena kemungkinan korban tersangkut di bebatuan.

Setelah menyisir sungai sepanjang 4 km dengan waktu 2 jam, warga dan polisi akhirnya menemukan korban. Posisi korban mengapung dan tersangkut di bebatuan Sungai Padang Guci tepatnya sudah di wilayah Desa Pancur Negara Kecamatan Kaur Utara.

Saat ditemykan korban dalam keadaan tewas dengan luka robek di bagian kepala dan juga sekujur tubuh penuh dengan memar. Diduga setelah terseret arus sungai, tubuh korban menabrak bebatuan yang tajam sehingga menewaskan korban. Warga kemudian mengangkat korban dan langsung membawanya ke Puskesmas Kaur Utara. Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Manau XI untuk dikebumikan.

Kapolres Kaur, AKBP Andi Kirnanda SH MH melalui Kapolsek Padang Guci Hulu Ipda Aprizal SH ketika dikonfirmasi mengatakan, korban tewas murni kecelakaan.

Ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas tehadap luka-luka yang diderita korban. Luka itu diduga akibat benturan batu sungai.(823)