Hanya dengan Hanura, PKS Siap Tempur

JAKARTA – Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin percaya diri menghadapi pilgub Sumut 2013. Bila berhasil menggaet Gus Irawan Pasaribu sebagai bakal cawagub bersanding dengan Gatot Pujo Nugroho, PKS sudah siap bertarung di pesta demokrasi lima tahunan di Sumut. PKS siap hanya berkoalisi dengan Hanura, lantaran Gus Irawan bukan lah orang partai.
Ketua DPP PKS Refrizal mengatakan, partainya sudah biasa menjalin koalisi kecil alias pas-pasan memenuhi syarat pencalonan dalam pemilukada, tapi tetap bisa menang. Dia memberi contoh pemilukada Pariaman dan Kota Payakumbuh, dimana PKS membentuk koalisi kecil dan memenangkan pertarungan.

“Tidak masalah hanya dengan Hanura karena toh sudah memenuhi syarat pencalonan,” ujar anggota Komisi VI DPR asal Sumbar  itu kepada JPNN kemarin.

Blak-blakan, Refrizal menyatakan bahwa PKS memang sangat berminat menduetkan Gatot dengan mantan Dirut Bank Sumut itu. Alasannya, berdasarkan hasil survei, posisi Gus berada di nomor dua setelah Gatot.

“Secara teori ilmiah, mengacu hasil survei, nomor satu dan nomor dua pasti bagus hasilnya kalau dikawinkan,” ujarnya lagi. Dari segi pertimbangan kultur, Gus Irawan juga sudah memenuhi syarat yang diinginkan PKS, yakni ingin memasangkan Gatot dengan tokoh Batak alias bermarga.

Dijelaskan, lantaran Gus Irawan bukan orang partai, maka pembicaraan dengan Gus Irawan langsung bersifat personal, tidak terkait koalisi partai. Diakui, sampai kemarin belum ada jawaban dari Gus Irawan.

Meski upaya menggaet Gus tergolong cukup serius, Refrizal mengatakan, pihaknya tetap membuka peluang berkoalisi dengan partai-partai lain. PKS, lanjutnya, sejatinya ingin membangun koalisi besar, melibatkan partai-partai besar. Disebutkan, PKS sudah bicara dengan Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP, dan PBR.

Diharapkan, dengan terbentuknya koalisi besar, maka pasangan calon yang maju jumlahnya tidak akan banyak. Dengan demikian, nantinya tidak perlu ada pemilukada hingga dua putaran. “Semakin sedikit calon, maka akan semakin murah, hemat dana,” cetusnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris DPW PKS Sumut Satria Yudha Wibowo menjelaskan, PKS tengah menjajaki komunikasi dengan Gus Irawan untuk disandingkan dengan Gatot. Katanya, ini merupakan aspirasi mayoritas masyarakat, yang terbaca dari hasil survei.

Sementara, kabar beredar PDIP lebih memilih RE Nainggolan sebagai kandidat yang akan diusung. Kabar ini juga sampai ke telinga Refrizal. Namun, kata Refrizal, semua masih bisa berubah sebelum ada deklarasi resmi. “Sebelum ada deklarasi, tetap bisa berubah dari hari ke hari,” pungkasnya.

Dikonfirmasi mengenai nama RE Nainggolan, Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait membantahnya. “Belum ada keputusan,” ujar politisi muda yang biasa dipanggil Ara itu. (sam/jpnn)