Hanya 25% UMKM Manfaatkan E-commerce Karena Terkendala Jaringan

e commerceBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu menyebutkan baru sekitar 20-25 persen pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan pasar perdagangan elektronik (e-commerce). Sejauh ini pelaku usaha UMKM ini belum memaksimalkan kemajuan teknologi sebagai media pemasaran dan hanya memaksimalkan toko fisik saja yang disebbakan oleh masih minimnya jaringan internet yang bisa menjangkau hingga ke pelosok desa di wilayah kabupaten.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Yuliswani SE MM menyebutkan, para pelaku UMKM setempat masih terpaku pada toko fisik saja. Hal ini disebabkan oleh faktor penunjang yakni jaringan internet yang masih terbatas.

“Masih banyak blank spot area Internet di beberapa daerah sehingga pemanfaataan teknologi internet juga terbatas,” ujar Yuliswani kemarin (4/1).

Banyak kabupaten-kabupaten dengan jaringan internet yang kurang mendukung, kalau pun ada kondisi kecepatan jaringannya cukup lambat. Sementara daerah sebaran pelaku UMKM tidak hanya di Kota Bengkulu karena menyebar hingga daerah.

“Pelaku UMKM tidak hanya di Kota Bengkulu, namun hanya Kota Bengkulu saja yang memiliki area jangkauan internet yang cukup baik,” sammbung Yuliswani.
Para penyedia jaringan sebenarnya sangat diharapkan untuk ikut membantu pemerataan jaringan ini, sehingga banyak kegiatan produktif masyarakat akan bertumbuh ke depannya dan mampu memanfaatkan internet dengan baik untuk pengembangan pemasaran produk UMKM.

“Jika jaringan baik, maka pemanfaatan internet bisa maksimal dan mampu membuat UMKM smeakin berkembang. Saat ini baru 20-25 persen saja UMKM yang memanfaatkan jaringan internet” tutur Yuliswani.

Di Provinsi Bengkulu, ada sekitar 150.000 penggiat UMKM. Separuhnya berlokasi di Kota Bengkulu, sementara yang lainnya tersebar di sembilan kabupaten di Bengkulu. Jika perkembangan jaringan internet tidak bisa sampai ke pelosok desa, maka para penggiat UMKM di desa tidak akan bisa maju.

“Jadi diharapkan jaringan ini sudah masuk ke desa-desa sehingga bisa digunakan dengan maksimal sebab para penggiat UMKM ini sangat berpotensi untuk tumbuh lebih baik,” tutup Yuliswani.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengungkapkan, demi meningkatkan akses UMKM terhadap e-Commerce, Bank Indonesia pada 2017 lalu juga sudah menghadirkan pemilik salah satu “online marketplace” terbesar di Indonesia yakni Tokopedia.

“Sebanyak 130 UMKM dan mahasiswa diperkenalkan dan mendapatkan pelatihan begaimana memulai pemasaran secara elektronik agar produknya aku di pasaran,” ujar Endang.
Endang menegaskan, paradigma perdagangan sejak beberapa tahun belakang sudah berubah menjadi, lebih baik buka tutup laptop daripada buka tutup toko. hal ini juga dirasa lebih praktis dan menguntungkan.

“Sudah jamannya internet, pemasaran bisa dilakukan secara online meskipun toko fisik tidak ada. Pemasaran seperti ini juga lebih efektif dan menguntungkan serta bisa memajukan UMKM,” tutup Endang. (999)