Halid: Masyarakat Jangan Mudah Memberikan KTP

CURUP, Bengkulu Ekspress– Ketua KPU Rejang Lebong, Halid Saifullah SH MH menyarankan masyarakat Rejang Lebong untuk tidak sembarang memberikan KTP. Karena menurut Halid dikhawatirkan KTP Tersebut nantinya akan disalahgunakan.

Imbauan yang disampaikan Halid tersebut bukan tanpa alasan. Karena menurut Halid pada waktu proses rekrutmen PPS oleh KPU Rejang Lebong beberapa waktu lalu, ada sejumlah pendaftaran PPS yang dipermasalahkan. Hal tersebut lantaran mereka yang mendaftar PPS tersebut sudah didaftarkan sebagai pengurus partai politik tanpa sepengetahuan dari pemilik KTP itu sendiri.

“Ada sekitar 10 orang pendaftar PPS yang kita batalkan, lantaran KTP mereka sudah digunakan oleh partai politik, atau mereka sudah didaftarkan menjadi pengurus partai politik,” jelas Halid.

Padahal menurut Halid, pemilik KTP sendiri tidak mengetahui bahwa mereka sudah didaftarkan sebagai pengurus partai politik atau KPT merek dicatut.

Mengetahui bahwa KTP mereka telah dicatut, ada beberapa orang yang dinyatakan tidak lolos saat pendaftaran PPS tersebut menyampaikan keberatan mereka, karena mereka mengaku tidak mengetahui telah dimasukkan menjadi pengurus Parpol.

“Meskipun mereka keberatan, kita tidak bisa menerimanya, karena dalam rekrutmen PPS ini, KPU menggunakan sistem informasi politik online (Sipol), sehingga data pendaftar akan kelihatan apakah masuk dalam Parpol atau tidak,” papar Halid.

Dengan kasus tersebut, Halid berharap menjadi pembelajaran bagi masyarakat Rejang Lebong kedepannya untuk tidak sembarangan memberikan KTP kepada siapapun. Meskipun nanti ada yang meminta KTP, masyarakat yang diminta KTP tersebut harus menanyakan KTP mereka tersebut akan digunakan untuk apa.

“Persolan keberatan dia bisa tanya dengan partai-partai mana kalau tidak puas bisa dilaporkan ke Panwas,” demikian Halid.(251)