Hadapi Banjir, Jokowi Akan Bangun Terowongan Multiguna

jokowi periksa gorong-gorongGubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin secepatnya merealisasikan program pembangunan terowongan bawah tanah yang sebelumnya sering disebut “Deep Tunnel”. Program untuk mengatasi banjir sekaligus kemacetan itu diharapkan sudah mulai bisa mulai memiliki jabaran jelas dalam 1-2 bulan ke depan.

“Dalam satu-dua bulan ini saya akan eksekusi dengan segala risiko-risikonya. Kita harus bergerak cepat. Sekarang saya masih hitung-hitung risikonya,” kata Jokowi di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (28/12).

Ia ingin rencana tersebut dapat segera melalui analisa risiko dan pendalaman desain. Kajian yang telah tersedia, disebutkan Jokowi, sudah cukup lengkap. Dengan demikian, ia berjanji akan segera memaparkan desain proyek dan hal teknis terkait pengerjaannya.

“Ditargetkan proyeknya bisa rampung dalam empat tahun,” katanya.

Pembangunan terowongan multiguna yang memanjang dari Jalan MT Haryono, Cawang hingga Pluit, sudah memiliki desain awalnya. Namun, realisasinya masih harus melalui pertimbangan keselarasan dengan jalur tol, jalur MRT, limbah, jaringan kabel listrik – telepon, dan pipa air, serta berbagai aspek geogolis.

Jokowi juga menyatakan kurang sreg dengan istilah deep tunnel. Selain karena istilah asing, penggunaan terowongan multifungsi lebih sepadan dengan tujuannya yang tidak hanya untuk mengatasi masalah banjir.

“Namanya jangan yang Inggris-lah, terowongn multiguna aja. Namanya Terowongan MG, Terowongan Multiguna,” kata Jokowi.

Terowongan yang akan dibangun terutama akan diprioritaskan untuk jalur tol dan saluran air untuk mengatasi banjir. Di musim hujan, jalur tol akan ditutup dan akan difungsikan sepenuhnya sebagai saluran pembuangan air untuk mencegah banjir dan genangan. Selain itu, terowongan yang dibuat, menurut Jokowi, akan berukuran cukup luas. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan akan difungsikan untuk kepentingan lainnya, termasuk tempat bermain sepak bola.

“Itu bisa saja (untuk sepak bola), karena ukurannya nanti cukup luas. Nanti akan kita lihat,” ujar Jokowi.

Ia berharap apa yang disampaikan, termasuk proyeksi program-program DKI ke depan akan disosialisasikan kepada masyarakat. Para lurah dan camat menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan sosialisi program agar masyarakat bisa mengetahui secara pasti apa yang sudah dan akan dilaksanakan bagi mereka sekaligus terlibat dalam evaluasi. Sosialisasi yang sama diharapkan Jokowi pada program lain seperti Kartu Sehat, Kartu Pintar, dan penataan pemukiman.(**)