Hacker Ungkap Fasilitas Nuklir Israel

WASHINGTON – Badan Nuklir Internasional (IAEA) mengaku terjadi serangan hacker pada salah satu servernya. Sang hacker lantas memposting rincian kontak 100 ahli IAEA dan menyerukan mereka untuk melawan Israel atas kepemilikan senjata nuklir yang selama ini ditutup-tutupi.

Kelompok yang menyebut dirinya “Parastoo” atau burung Walet menerbitkan pernyataan  “Parastoo Hacks IAEA” 25 November lalu.  “Israel memiliki senjata nuklir praktis dan tidak terikat perjanjian nuklir dunia, biokimia dan kimia yang dihormati di dunia internasional,” ujarnya.

Mereka menyatakan menuntut para ahli untuk menandatangani petisi yang meminta penyelidikan terbuka IAEA atas kegiatan nuklir Israel di fasilitas penelitian nuklir Negev yang terletak dekat kota Dimona.

Menurut RT (28/11), dipercayai Israel memiliki senjata nuklir, meskipun itu tidak pernah dikonfirmasi atau ditolak pemerintah zionis. Namun, Tel Aviv sendiri mengambil sikap keras  terhadap Iran atas rencana pengembangan fasilitas nuklirnya dan mengklaim itu untuk membuat senjata pemusnah massal dan menggambarkan Republik Islam sebagai ancaman terbesar di Timur Tengah.(esy/jpnn)