Gusnan: Pemda Bengkulu Selatan Sudah Serahkan Terminal Gunung Ayu

FOTO: Gusnan Mulyadi SE MM

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi SE MM mendukung rencana Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA untuk merehabilitasi terminal Gunung Ayu, Kota Manna. Bahkan dirinya berharap terminal tersebut dapat difungsikan. Terkait adanya alasan dari Dinas perhubungan Provinsi, rencana rehabilitasi terminal Gunung Ayu terganjal hibah dari pemda BS ke pemda Provinsi belum tuntas, Gusnan mengaku penyerahan hibah dari pemda Bengkulu Selatan ke pemda Provinsi sudah dilakukan tahun 2018 lalu.

“Pengelolaan terminal dan seluruh asetnya sudah kami serahkan ke Pemda provinsi tahun 2018 lalu, saya sendiri yang mendatangani surat penyerahan tersebut,” katanya.

Gusnan mengatakan, pada tahun 2018 lalu, tidak hanya menyerahan pengelolaan terminal Gunung Ayu dan asetnya ke pemda provinsi, dirinya juga sudah menyerahan BLK dan pati sosial tresna werdha. Sehingga tidak ada lagi alasan pembangunan terminal tersebut terganjal dari penyerahan Pemda Bengkulu Selatan ke pemda Provinsi.

“Sekarang Terminal Gunung Ayu sudah resmi menjadi aset pemda Provinsi, termasuk BLK dan panti Tresna Werdha tidak ada lagi kendala bagi pemda Provinsi untuk mengelolanya atau membangunnya,” ujar Gusnan.

Terkait nama sertifikat lahan terminal Gunung Ayu masih nama Pemda Bengkulu Selatan, dirinya mempersilahkan pihak Pemda Provinsi Bengkulu untuk mengurus balik namanya. Sebab penyerahan resmi dari pemda Bengkulu Selatan sudah dilakukan. “Kalau perubahan sertifikat, silahkan diurus di BPN, kalau memang nantinya perlu persetujuan, kami siap, mudah-mudahan terminal Gunung Ayu bisa segera direhab dan difungsikan kembali,” terang Gusnan.

Sebelumnya, Kepala Badan pertanahan Nasional (BPN) Bengkulu Selatan (BS), Surahman SH MT melalui kasi Hubungan Hukum Pertahanan, Syafei S Sos mengatakan, lahan terminal sertifikatnya masih atas nama Pemda BS. Sehingga nantinya, Pemda Provinsi dan pemda BS dapat mengajukan pemisahan sertifikat ke pihaknya. Sebab tidak semua lahan diserahkan ke pemda Provinsi.

Setelah pemecahan sertifikat, lalu baru bisa dibuat sertifikat lahan atas nama provinsi Bengkulu. Kepala UPTD Terminal Gunung Ayu, M Solihin Rifai mengatakan, luas lahan terminal 48.650 M2 itu, tidak semuanya diserahkan ke pemda provinsi. Namun ada sebagian yakni seluas 4.286 M2 tetap dikuasai Pemda Bengkulu Selatan.

Selesaikan Proses Hibah

Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah meminta agar proses administrasi hibah itu bisa cepat diselesaikan terlebih dahulu. “Secara administasi, proses pelimpahan kewenangan personil, pendanaan, sarana dan prasarana serta dokumen (P3D) harus diselesaikan dulu,” terang Rohidin, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (1/4)

Dijelaskannya, ketika proses hibah itu telah selesai secara administasi, maka pemprov akan siap untuk melakukan rehap terminal terbesar di Kabupaten Bengkulu Selatan tersebut. “Kalau administrasinya lengkap, maka tindak lanjutnya bisa dilakukan,” ujarnya.

Sebelum dilakukan perehapan total, menurut Rohidin, tim juga harus melakukan kajian secara teknis atas terminal tersebut. Baik secara anggaran, maupun secara efektifatas keberadaan terminal tersebut. “Nanti dikaji lagi untuk pengembangannya,” tambah Rohidin.

Menurutnya, kajian itu harus dilakukan secara matang. Karena terminal tersebut sebelumnya telah dibangun cukup megah dengan anggaran cukup besar dari Pemda Bengkulu Selatan. Beberapa fasilitas juga telah dibangun, tapi ternyata belum difungsikan secara baik. “Sudah dibangun, tapi belum difungsikan secara maksimal. Ini yang penting sekali untuk dilihat,” tegasnya.

Rohidin mengaku, tidak mengatahui apa yang menyebabkan terminal tersebut belum berfungsi dengan baik. Bisa saja, jumlah kendaraan dengan jumlah penumpang tidak berimbang. Sehingga dari sisi pendapatkan juga tidak maksimal. Baik untuk pendapatan pemerintah mapun pemilih kendaraan yang berhenti di terminal tersebut. “Mungkin pendapatannya belum berimbang. Ini juga harus dicari solusinya. Jangan sampai ketika dibangun, terminal itu juga masih sepi,” pungkas Rohidin. (151/369)