Guru tak Lagi Dibebani Membuat Silabus

JAKARTA, BE – Kesiapan guru dalam pelaksanaan kurikulum baru 2013 masih diragukan banyak pihak, namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meyakinkan bahwa skenario pelatihan sudah disiapkan. Salah satunya dengan menyiapkan Master Teacher yang jumlahnya mencapai 300 ribu-an.

“Pelatihan guru sudah disiapkan, dengan master teacher,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemdikbud, Ibnu Hamad saat dikonfirmasi JPNN, Selasa (1/1).

Terkait guru yang akan menjadi implementor perubahan kurikulum 2013 ini, Kemdikbud akan mempersiapkan guru dalam dua hal. Pertama guru saat mengajar dan kedua, persiapan guru sebelum mengajar.

Pada saat guru mengajar, dengan kurikulum baru ini guru-guru tidak lagi dibebani dengan berbagai hal yang dapat megganggu konsentrasi guru. Contohnya, guru tidak lagi dibebani membuat silabus seperti pada kurikulum KTPS.
Mendikbud Mohammad Nuh akhir pekan kemarin juga menyampaikan hal serupa, bahwa kewajiban guru membuat silabus akan membuat guru tambah ‘mumet’.

“Oleh karena itu, guru tidak usah mikir, kita kasih bukunya (buku babon), dilatih cara gunakan bukunya. Guru kita ajari konsepsi dan pendekatannya,” kata Mohammad Nuh.

Lalu siapa saja yang akan menjadi pengajar bagi master teacher tersebut? Menurut Mendikbud, pengajarnya berasal dari berbagai kalangan, termasuk guru-guru teladan, guru SD dari berbagai daerah yang sudah teruji baik negeri maupun swasta.
“Ya ini nanti yang akan mengajar master teacher yang akan disebar ke daerah-daerah untuk mengajar (guru lainnya),” jelas Menteri asal Jawa Timur itu.

Sementara itu  uji publik perubahan kurikulum pendidikan 2013 memang telah usai. Namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih harus
melakukan sejumlah tahapan lagi. Yakni finaliasai internal yang kemudian diserahkan kepada tim narasumber kurikulum.  Uji publik sendiri berhasil menjaring sekitar 7000 masukan.

“Targetnya tanggal 3 Januari sudah ada finalisasi di internal Kemdikbud. Hasil itulah yang nantinya akan dibawa kepada tim narasumber kurikulum tanggal 4 Januari untuk pengamblan keputusan,” kata Ibnu Hamad.(jpnn)