Guru SMPN 21 Bengkulu Mengajar ke Rumah Siswa

BENGKULU, BE – Pembelajaran Tatap Muka di Kota Bengkulu, belum diperbolehkan dilakukan di sekolah negeri. Pasalnya penyebaran virus covid-19 belum menurun. Untuk itu sejumlah sekolah selain menerapkan pembelajaran daring, juga melakukan metode dengan luring dan home study. Seperti halnya dilakukan guru SMPN 21 Kota
Bengkulu, mengajar dengan cara mendatangi rumah siswa.

”Metode-metode pembelajaran yang dibuat oleh sekolah selama pandemi covid-19 dengan tujuan agar proses pembelajaran tetap berlangsung,” kata Pelaksana tugas Kepala SMPN 21 Kota Bengkulu, Hendri Supratman kepada BE.

Pembelajaran secara tatap muka dengan cara mendatangi siswa ke rumah baru dilakukan paska ujian tengah semester baru-baru ini.

“Dari hasil ujian tengah semester sekolah telah menyampaikan nilai pembelajaran. Alhasil masih ada nilai sejumlah siswa yang jauh dari harapan,” katanya.

Setelah dilakukan evaluasi dengan memanggil orang tua. Diketahui tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Dengan alasan tidak memiliki handphne android. Ada juga siswa yang mengikuti orangtuanya berada di kebun.

“Padahal kita sudah menerapkan metode pembelajaran daring serta memberikan pulsa, kemudian luring bagi siswa yang tidak memiliki android diberikan tugas dari guru. Metode ini dinilai kurang mengena, sehingga sekolah mengambil inisiatif memberlakukan metode pembelajaran dengan cara mengunjungi ke rumah siswa,” imbuhnya.

Pembelajaran ke rumah-rumah melalui tatap muka tersebut diperuntukkan bagi siswa/siswi kelas 7, sekaligus mengenalkan siswa dengan gurunya. Proses pembelajaran ke rumah ini dilakukan pada sejumlah guru dan didampingi bidang Bimbingan Konseling.

“Banyak kendala yang ditemui proses pembelajaran jarak jauh, karena tidak semua wali murid memiliki ponsel untuk bisa mengikuti pembelajaran daring. Masih ada siswa yang memiliki android tapi tidak mengerjakan tugas,”.
Pembelajaran kerumah-rumah siswa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah sekaligus menekan penularan penyebaran covid-19.

Tak dipungkiri ada sejumlah keluhan dan desakan orang tua pada sekolah untuk segera membuka pembelajaran tatap muka. Meski begitu, sekolah belum mengambil sikap menjawab desakan orang tua tersebut. Ia berencana melakukan pertemuan bersama komite untuk membahas proses pembelajaran mendatang. Pasalnya, saat ini orang tua dan anak-anak sudah sangat merindukan belajar di sekolah, begitu juga dengan guru yang juga merindukan mendidik anak-anaknya di ruang kelas.

“Kita mengundang komite atas desakan orang tua untuk pembelajaran tatap muka ini. Kita juga akan berkoordinasi dengan tim satgas covid-19 Kota Bengkulu. Harapannya status zona di kota Bengkulu berubah ke arah baik sehingga pembelajaran tatap muka sudah bisa diterapkan,” tandasnya. (247)