Guru Pengajar Alqur’an Butuh Uluran Tangan Dermawan , Kajari dan PWI Mukomuko Salurkan Bantuan

BUDI/BE
Pengurus PWI berbincang dengan Kepsek SDIT dan menyerahkan bantuan untuk pengajar Alquran, dari Kajari dan PWI Mukomuko.

MUKOMUKO,bengkuluekspress.com – Nursaima (23), warga Desa Lubuk Sanai Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko membutuhkan uluran tangan para dermawan. Guru Pengajar Al-Qur’an Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Kautsar itu, masih terbaring lemah di salah satu rumah kontrakan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Karena yang bersangkutan tertunda mendapatkan penanganan lanjutan di salah satu Rumah Sakit di Provinsi Sumatera Barat. Penyebabnya, belum tersedianya dana yang mencukupi, ditambah syarat administrasi lainnya yang harus dilengkapi kembali dari awal. Demikian diceritakan Kepala SDIT Al-Kautsar, Endang Haryanti SP SPd.

Menurutnya, untuk melakukan pengobatan tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp 50 juta yang peruntukannya operasi atas luka -luka yang dialami Nursaima. Dan biaya tersebut belum termasuk untuk biaya obat- obatan, serta biaya hidup selama menjalankan pengobatan di Provinsi Sumbar.
“Kebutuhan biaya sekitar Rp 50 juta, belum termasuk untuk obat-obatan,” beber Endang di sela-slea penyerahan bantuan dari Kajari Mukomuko dan pengurus PWI Mukomuko di SDIT Al-Kautsar.

Ia juga menyampaikan, dana yang telah terkumpul sekitar Rp 28,6 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 25,6 juta sudah ditransfer pihak SDIT Al-Kautsar ke pihak keluarga Nursaima yang mendampinginya di Sumbar. Jadi masih membutuhkan dana setidaknya sekitar Rp 20 juta lebih.
“Alhamdulillah, bantuan masih terus mengalir, kali ini dari Kajari Mukomuko dan PWI Mukomuko,” katanya.

Disampaikan Endang, Nursaima membutuhkan penanganan lanjutan tahap kedua. Sudah tertunda hingga dua kali, lantaran terkendala biaya dan belum dapat digunakannya BPJS Kesehatan yang bersangkutan. Sehingga tengah diupayakan juga, mencari rumah sakit lain, yang memungkinkan bisa membantu korban, tanpa harus menunggu tersedianya dana dan tanpa perlu harus aktifnya terlebih dahulu BPJS Kesehatan. Diceritakan Endang, rujukan pertama untuk penanganan pertama, sudah dilakukan pihak rumah sakit. Namun untuk penanganan kedua, belum bisa ditangani. Karena BPJS Kesehatannya belum aktif dan karena dananya juga tidak ada. Maka pihak keluarga berinisiatif keluar sementara, ngontrak tidak jauh dari rumah sakit, agar biaya di rumah sakit tidak membengkak. “Kamis kemarin, mencoba masuk lagi, ternyata semuanya harus dimulai dari awal lagi, termasuk syarat-syarat yang diperlukan. Jadi keluar lagi, menunggu berkas yang diperlukan dikirim dari Mukomuko, termasuk pembiayaan yang belum cukup,” ungkapnya.

Diketahui Nursaima yang merupakan tulang punggung keluarganya itu, mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal pada 14 Maret 2021 lalu. Kejadian itu terjadi, usai ia pulang dari mengajar Alquran menggunakan sepeda motor bersama adiknya. Namun beruntung adiknya hanya mengalami luka lecet. Sedangkan Nursaima, mengalami patah kaki kanan, patah rahang dan retak pada tulang dada. Bagi para dermawan yang berkenan menyisihkan sedikit rezekinya, untuk membantu pengobatan Nursaima, dapat di transfer langsung ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan nomor rekening, 110101001023569, atas nama Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Kautsar Mukomuko. Setelah itu, bukti transfer dikonfirmasikan ke UPT SIT Al-Kautsar di 082175490593. Atau bisa langsung ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) SIT Al-Kautsar di komplek SDIT Al-Kautsar beralamat di Desa Pasar Sebelah Kecamatan Kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko. (900)