Guru Dinyatakan Positif Covid-19

Aktivitas Sekolah Ditutup 14 Hari

BENGKULU, bengkuluekspress.com- Kasus positif Virus Korona atau Covid-19 di Kota Bengkulu terus mengalami peningkatan. Kali ini seorang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Bengkulu dinyatakan konfirmasi positif Covid-19. Imbasnya seluruh guru di sekolah tersebut menjalani tes swab dan Rapid test. Sekolah ini diketahui memiliki 22 guru dan 7 tenaga pendidik, yang diduga melakukan kontak dengan guru tersebut, namun sebanyak 500 siswa/siswi yang bersekolah disana belum pernah kontak tatap muka sejak pembelajaran Jarak Jauh diterapkan.

Dinas Pendidikan Kota Bengkulu menginstruksikan seluruh aktifitas di sekolah tersebut ditutup untuk sementara hingga 14 hari ke depan, dan seluruh ruangan dan lingkungan sekolah disemprot disinfektan. Pantauan BE, sekitar pukul 08.30 wib tidak ada aktivitas di sekolah tersebut, hanya tim dari Dinas kesehatan kota Bengkulu bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia melakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan sekolah yang berada di jalan Rinjani kelurahan Jembatan kecil, kecamatan Singaran Pati kota Bengkulu.

Penjaga sekolah, Usman menuturkan guru tersebut biasanya mengajar siswa/siswi kelas 5, hari terakhir datang ke sekolah pada 13 Juli 2020 lalu dan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru, namun tidak ada aktifitas mengajar.

“Terakhir masuk Senin minggu lalu, cuma sebentar kemudian pulang, dan tidak masuk lagi hingga kepsek dapat kabar yang bersangkutan positif covid-19, nah hari ini ada penyemprotan, ” katanya.

Sebelumnya guru bersangkutan memiliki riwayat penyakit penyerta, namun baru-baru ini penyakitnya semakin serius, kondisinya kian melemah dan saat ini sudah dirawat di RSUD M Yunus. Diduga ia tertular dari klaster panorama, pasalnya guru bersangkutan hampir setiap hari berbelanja di pasar panorama, dan belum lama ini diketahui tetangga guru tersebut ada yang dinyatakan sebagai PDP covid-19 dan meninggal dunia. Sejak diketahui seorang guru terkonfirmasi positif covid-19, seluruh guru dan tenaga pendidik pada Senin (20/7) menjalani rapid test dan swab.

“Karena memang dalam aturanya pembelajaran tidak diperkenankan bertatap muka, seluruh guru tidak diperkenankan ke sekolah, mereka (guru-red) cukup mengajar dari rumah, ” tutupnya.

Sementara itu kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Dra Rosmayetti MM membenarkan jika seorang guru SD terkonfirmasi Positif Covid-19. Guru tersebut pernah datang ke sekolah, sehingga tim gugus tugas sudah melakukan tracing untuk guru yang melakukan kontak. “Kepala sekolah dan guru lainnya di rapid tes dan ada satu tenaga pendidik yang sempat memijat beliau sudah dites swab dari Dinas kesehatan, hal ini untuk mengetahui kondisi guru yang berkontak dengan guru tersebut, ” bebernya.

Kendati telah dilakukan rapid tes terhadap 27 guru dan tenaga kependidikan alhasil belum ada guru lain yang dinyatakan positif. “Harapanya tidak ada lagi guru kita yang terpapar covid-19, ” harapnya. Rosmayetti menegaskan dengan adanya guru yang terpapar covid-19 dapat menjadi perhatian bagi seluruh guru di kota Bengkulu untuk mematuhi aturan dan menerapkan protokol kesehatan covid-19. Dan sekolah tersebut sudah ditutup dari segala aktivitas dan disemport untuk membersihkan dari virus.

“Untuk sementara tidak ada aktifitas guru di sekolah. Guru-guru tetap memberikan pembelajaran dari rumah. dan yang sakit agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, ” katanya.

Lalu bagaimana dengan sekolah lain, terkait hal ini Diknas meminta aktifitas pembelajaran di sekolah lain tetap berjalan, guru mengajar di sekolah secara daring, artinya siswa tetap belajar dari rumah. (247)