Guru Diduga Sodomi Pelajar

ilustrasi-cabul-3
Foto : IST

TALO KECIL,Bengkulu Ekspress – Kasus asusila kembali terjadi. Kali ini asusila sodomi atau hubungan badan sesama lelaki yang terjadi. Diduga dilakukan ML (47) seorang guru honorer di salah satu SMA di Kabupaten Bengkulu Selatan dengan DP, seorang siswa salah satu SMA di Kabupaten Seluma.

Aksi asusila itu terungkap pada 23 Juli lalu, di salah satu rumah warga di Kabupaten Seluma. Aksi tak normal ML dan itu diketahui salah seorang warga Nv (35), yang hendak mencari suaminya, bersama dua rekannya. “Mereka melakukan perbuatan itu di rumah dan rumah dalam kondisi tidak terkunci. Mereka asyik berduan melakukan oral sex,” terangnya

Diceritakan Nv, begitu menyadari Nv melihat perbuatan tak senonoh itu, ML sangat terkejut dan berusaha menutupi badannya yang tidak mengenakan pakaian.

“Pelaku saat itu meminta agar saya tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun dan siap memberikan sejumlah uang, namun saya menolak,” jelas Nv.

Sontak saja, warga yang mendengar ada kehebohan dir umah tersebut langsung berkumpul di rumah. Untuk memghindari amuk massa, akhirnya kedua tereduga pelaku diamankan di rumah salah seorang perangkat desa setempat. “Di rumah perangkat desa tersebut, pelaku telah mengakui semua perbuatannya tersebut yang disaksikan oleh warga,” kata Nv.

Ketika dikonfirmasi DP menuturkan, modus yang digunakan ML untuk menjerat dirinya dengan mengajak jalan-jalan. Saat jalan-jalan tersebutlah, mereka melakukan perbuatan terlarang tersebut.

“Setiap usai melakukan perbuatan tersebut, ML selalu memberi uang Rp 50 Ribu pada saya,” ujar DP kepada wartawan kemarin.

Diakui DP, dirinya sudah Tiga kali melayani nafsu menyimpang pelaku. Yakni saat ada acara di Bengkulu Selatan, kawasan Pantai Ancol SAM dan terakhir di Desa Tebat Sibun. Terpisah Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika SIk mengatakan, sejauh ini belum menerima laporan terkait perkara ini. Namun pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket), karena hal ini sangat membahayakan terutama kalangan pelajar dan generasi muda.



“Untuk itu kami harapkan kepada pihak keluarga korban untuk membuat laporan resmi agar segera diproses. Karena perbuatan pelaku ini selain dilarang agama juga meresahkan orang tua dan masyarakat,” sampai Jeki. (333)