Guru dan Staf SDITA Curup Ikuti Pelatihan

2. FOTO RIZAL BECURUP, BE – Sebanyak 40 guru dan 5 orang staf Sekolah Dasar Islam Terpadu Aisyiyah (SDITA) Curup Senin kemarin (1/7) mulai mengikuti pelatihan guru dan staf yang digelar di komplek SDITA Curup. Kegiatan yang dilaksanakan hingga 5 hari ke depan ini memberikan pengetahuan kepada guru dan staf tentang pengenalan kurikulum, teknik pembuatan Rencana Program Pembelajaran, penerapan aturan SDITA, pengenalan tentang Muhammadiyah dan Aisyiyah serta materi lainnya.
“Sekolah kita inikan di bawah Yayasan Aisyiyah jadi dalam kegiatan ini selainnya informasi tentang sistem pembelajaran kita juga memberikan informasi apa itu Aisyiyah kepada semua guru dan staf yang ada,” ujar Kepala SDITA Curup Mardiono SH saat ditemui BE di ruang kerjanya kemarin.
Dengan dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini Mardiono berharap agar semua guru dan staf SDITA Curup dapat lebih banyak mengetahui cara mengajar¬† siswa yang baik, paham administrasi dan pengetahui aturan – aturan baik itu di Dinas Pendidikan maupun aturan di Yayasan. ” Di pelatihan ini kita menghadirkan pemateri dari pihak Diknas dan pihak Yayasan Aisyiyah,” katanya.
Mardiono juga menambahkan SDITA Curup saat ini memiliki jumlah siswa sebanyak 620 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan 31 Ruang Kegiatan belajar serta pasilitas penunjang lainnya seperti laboratorium bahasa, laboratorim komputer, perpustakaan, mushola, gedung olah raga dan fasilitas penunjang lainnya. ” Alhamdulillah saat ini sekolah kita memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan SDITA Curup Terakreditasi dengan Nilai A”, tambahnya.
Banyak perbedaan yang dimiliki SDITA Curup dengan sekolah – sekolah lain yang ada antara lain, sistem pembelajaran yang menggunakan cara pendekatan kepada siswa, SDITA Curup mempunyai kegiatan di akhir semester yang diberi nama Wisata Alam yang diikuti semua siswa secara bergantian. ” Kegiatan wisata alam bertujuan menghilangkan rasa jenuh para siswa setelah mengikuti kegiatan belajar sembari memperkenalkan siswa tentang hal – hal lainnya yang tidak mereka dapatkan disekolah,” pungkas Mardiono. (rl1)