Guru dan Kepala SD di Kota Bengkulu Diajarkan Buat Konten Video Pembelajaran

Endang/BE Guru diberikan pembelajaran pembuatan video untuk kelancaran proses pembelajaran daring dan membuat konten video pembelajaran, Rabu (3/9).
Endang/BE
Guru diberikan pembelajaran pembuatan video untuk kelancaran proses pembelajaran daring dan membuat konten video pembelajaran, Rabu (3/9).

BENGKULU, BE – Ratusan guru dan kepala tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Bengkulu, diajarkan metode khusus pembalajaran dengan memanfaatkan aplikasi penayangan video dalam workhsop peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam masa pandemi covid-19. Guru diharapkan mampu membuat konten video yang kemudian ditayangkan dihadapan siswa dalam pembelajaran jarak jauh.

“Guru mendapatkan penambahan wawasan dari nara sumber selama sehari dengan sistem tatap muka, dan dua hari penyampaikan materi dan pembelajaran pembuatan konten video dan dua hari praktik di sekolah,” ujar Koordinator Gugus Sekolah Desparida SPd, di Raffles Hotel Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Kamis (3/9).

Dikatakan Desparida, pola pembelajaran jarak jauh atau disebut daring (dalam jaringan) ini melibatkan semua guru SD semua tingkatan dari kelas 1 hingga kelas 6. Dengan harapan melalui pelatihan tersebut, guru bisa menggunakan aplikasi dan mampu membuat video pembelajaran jarak jauh yang akan dipersentasikan dihadapan peserta didik.
Diterangkan Desparida, sebenarnya metode pembelajaran jarak jauh sudah diterapkan sejak awal covid-19 terjadi. Namun, seiring diberlakukanya kurikulum dimasa pandemi covid-19, maka diperlukan pelatihan pada guru dan kepala sekolah. Sekaligus untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan penggunakan teknologi digital supaya lebih mantap dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

Kordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Jhon Hendri menuturkan, dalam bimbingan teknis pembuatan media pembelajaran daring masa pandemi covid-19. Ada 9 materi yang disampaikan. Mulai dari kebijakan pemerintah tentang program pendidikan new normal covid-19, penggunaan dan optimalisasi whatsap dalam media pembelajaran, pembuatan aplikasi zoom meeting, media pembelajaran dengan kinemaster, pembuatan media pembelajaran dengan power point, pembuatan aplikasi video pembelajaran dan penggunaanya, pembuatan perangkat alat/media pembelajaran daring, langkah penyusunan perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) dan penilaian.

“Kegiatan ini membutuhkan waktu 30 jam pelajaran dan diperbanyak dalam konten praktek dilapangan,” terang Jhon Hendri.

Pantauan BE di lapangan, kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Dra Rosmayetti MM, pengawas pembina dan ratusan peserta. Pelatihan tersebut digelar selama tiga hari, yang diikuti sebanyak 157 guru dan 21 kepala sekolah dasar yang tergabung dari 4 gugus sekolah.

Pelatihan metode pembelajaran jarak jauh melibatkan orang banyak dan cenderung berkerumun. Pun demikian, panitia telah mengantisipasi dengan menjaga protokol covid-19 dengan mencuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak. Ratusan guru diwajibkan membawa perangkat seperti laptop untuk memudahkan peserta dalam proses praktek pembuatan video pembalajaran sekaligus penyusunan perangkat pembelajaran.  (247)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*