Warga Nusa Indah dan 8 Anaknya Penghafal Alquran

keluarga MuhammadMuhammad tergolong ayah yang berhasil memberikan bekal kepada 8 putra-putrinya.  Buktinya, kedelapan anaknya menjadi hafiz (Penghafal Alquran). ”Berkat gembelengan keras dan disiplin tinggi, kedelapan anak-anak kami telah fasih membaca Al-Quran dan telah bagus hafalan AlQurannya,” ujar Muhammad saat ditemui di sela-sela MTQ di Masjid Raya Baitul Izzah.

Anak pertama pasangan Muhammad (45) dan istrinya Lifyanti (45), bernama Octy Fatimah (22) hafal 20 juz.  Anak kedua, Barfit Rahman Siga (21) hafal 30 juz, anak ketiga Abdullah Quba (20) hafal 20 juz.  Anak keempat, seorang putri bernama Dwi Jasvenysya (17) hafal 30 juz, anak kelima Maryama (9) hafal 10 juz, anak keenam Muhammadun (8) hafal 10 juz.  Anak ketujuh dan kedelapan adalah putri yakni Qoonitaah (6) hafal 5 juz dan Hasnun Nisaak (5) juga hafal 5 juz.

Sehari-hari Muhammad menjalani rutinitas sebagai guru mengaji.  Ia juga membuka jasa pengobatan tradisional, terkadang juga berwirausaha.  Sedangkan istrinya hanya mengurus rumah tangga.

Pasangan berdarah Solok Sumatera barat ini memang cukup gigih menanamkan nilai-nilai Islami dalam keluarganya. ”Sejak anak bisa bicara, sudah mulai kami kenalkan pada AlQuran. Mengenalkan satu persatu huruf, hingga mereka bisa membaca ayat-ayat pendek. Kemudian fasih membaca AlQuran hingga akhirnya menjadi penghafal AlQuran,” jelas Muhammad.

”Ditengah hidup kami yang sederhana, aku dan suamiku tidak pernah melupakan pendidikan agama untuk anak-anak,” ujar Lifyanti.

Untuk mendidik anak-anak menjadi hafiz yang andal memang tidaklah mudah.  Sehari-hari, pasangan ini tetap membolehkan putra-putrinya menonton televisi.  Namun untuk itu diberikan waktu-waktu khusus.

”Di rumah, waktu adalah baca dan hafal AlQuran. Untuk itu setiap hari kami mengisinya dengan membaca dan menghafal AlQuran.  Setiap pagi kami perdengarkan CD bacaan Quran.  Seperti itulah ayah mengajarkan menghafal AlQuran kepada kami,” ujar anak ketiga Muhammad, Abdullah Quba.

Menurut Dwi  Jasvenysya, ia dan saudaranya belajar dari ayahnya. ”Ayah juga penghafal AlQuran. Ayah dulu belajar sendiri,” ujarnya.

Muhammad mengaku tidak ada trik khusus yang dilakukan untuk menjadikan kedelapan putra-putrinya sebagai penghafal AlQuran.  Hanya saja, setiap hari putra-putrinya itu wajib membaca dan mengulang menghafal minimal 5 juz.

Sisi menariknya, kedelapan putra-putri Muhammad tidak menempuh pendidikan formal. Mereka home schooling.  Kendati demikian, dua putra Muhammad saat ini telah bekerja sebagai teknisi handal sebuah toko komputer terbesar di Bengkulu.”Mereka juga merupakan orang kepercayaan atasan,” terang Lifyanti.

Keluarga ini tinggal di Perumahan Batanghari blok F nomor 47 RT 18 RW 03 Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung.(**)