Guritan Jadi Budaya Nasional

Three Marnope
Foto : IST

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Setelah melakukan berbagai kajian, akhirnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Resmi mematenkan budaya Guritan, sebagai budaya nasional berasal dari Kabupaten Kaur. Pematenan ini disampaikan Kemendikbud kepada Kabupaten Kaur dan tertanggal 3 Agustus lalu.

“Bulan Oktober kita menerima piagam dan sertifikatnya, teknisnya siapa yang akan menyerahkan dan menerimanya nanti akan diatur lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaur, Three Marnope SPd MTPd melalui Kabid Budaya Kaur, Sri Rahayu SPd belum lama ini.

Dikatatakan Sri, budaya Guritan merupakan satu dari beberapa budaya yang disodorkan oleh Kaur ke tingkat nasional, hanya saja dari beberapa budaya yang disodorkan itu, budaya Guritan terpilih menjadi budaya nasional berasal dari Bengkulu khususnya daerah Kaur.

“Rencananya akan diberikan oleh Mendikbud langsung piagamnya nanti, namun kita masih menunggu kepastian jadwalnya,” ujarnya.

Dikatakannya, budaya Guritan sendiri dipakai oleh suku Semende yang ada di Kabupaten Kaur, yang saat ini nyaris punah. Selama ini mendominasi di daerah Kinal, dan hampir seluruh pelosok Padang Guci. Guritan sejenis pantun yang disampaikan terus menerus terdiri dari empat bait sama dengan pantun. Hanya saja saat pertama atau pengucapannya, dilengkapi dengan alunan irama mirip lagu yang disesuaikan dengan isi dari pantun itu sendiri.

Di beberapa daerah Kaur, Guritan yang mirip puisi balada ini juga didapat di daerah lain seperti wilayah eks Kaur Selatan dan Kaur Tengah. Hanya saja bahasanya berbeda dan cara penekanannya hampir sama. Di daerah itu Guritan disebut warga dengan istilah ‘nggerinik’ serta populer ditahun 70-90an. “Dengan dipatenkannya di tingkat nasional nanti, Guritan Kaur ini tidak tertelan zaman dan dikenal di seluruh Indonesia,” tandasnya.(618)