Gunung Kerinci Meletus, Zona Larangan 3 Kilometer

JAKARTA, Bengkulu Ekspress– Gunung Kerinci di Jambi, Sumatera Barat mengalami erupsi kemarin (31/7) pukul 12.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter diatas puncak atau 4,6 ribu meter diatas permukaan laut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut dan timur. Gunung Kerinci ditetapkan berada pada Status Level II (Waspada).

Masyarakat disekitar  Gunung Kerinci, pengunjung atau wisatawan sementara tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak Kerinci ataupun beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif atau radius bahaya/Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.

PVMBG juga mengeluarkan rekomendasi agar jalur penerbangan disekitar Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Bencana Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengungkapkan bahwa status level II (waspada) gunung Kerinci sudah berlangsung lama. Yakni sejak tahun 2012. Letusan juga relatif tidak mengganggu aktivitas warga karena pemukiman terdekat berada sekitar 8 kilometer sebelah tenggara puncak.

Jenis bahaya dimiliki oleh Gunung Kerinci diantaranya lontaran batu pijar dan hujan abu di dalam radius 3 kilometer. Meski demikian, menurut Kasubbid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devi Syahabana, erupsi kemarin siang hanya menimbulkan abu setinggi 800 meter. “Ini erupsi biasa. Skala ekspolisiftasnya rendah. Letusan tadi tidak mengganggu aktivitas warga sekitar,” jelasnya.

Kerinci sendiri kata Devi termasuk gunung yang paling aktif dan sering sekali mengalami erupsi. “Hampir setiap tahun erupsi. Tapi kecil kecil saja. Siklus letusan besarnya bisa sampai ratusan tahun,” jelasnya. Devi mengatakan, masyarakat sekitar telah cukup beradaptasi dengan letusan Kerinci.

Meski demikian, PVMBG telah memberikan peringatan dini berupa VONA kode oranye. ”Kita beritahu bahwa ada abu yang keluar diharapkan stakeholder terkait penerbangan bisa mengantisipasi,” jelas Devi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan hingga kemarin pukul 18.00 penerbangan dari dan ke Jambi masih beoperasi normal. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, memastikan bahwa saat ini erupsi yang terjadi tidak berdampak pada aktivitas penerbangan. ”Demi keselamatan penerbangan, kami akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh stakeholder penerbangan untuk memantau kondisi terbaru dari aktivitas Gunung Kerinci,” jelas Polana.

Sementara itu, pihak AirNav Indonesia melalui ASHTAM NO : VAWR 1901 tanggal 31 Juli 2019 pukul 06.00 UTC perihal erupsi Gunung Kerinci, saat ini, status Gunung Kerinci masih berada pada status Orange Alert atau aman. Dengan status ini tidak ada pengalihan rute penerbanga. Menurut pengamatan AirNav, abu vulkanik bergerak menuju timur laut dari puncak Gunung Kerinci.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang Agoes Soebagio mengatakan  bahwa jalur penerbangan domestik di wilayah Jambi dan sekitarnya masih pada level aman. ”Untuk jalur penerbangan domestik Jakarta-Padang  dan wilayah Jambi masih berada pada aktivitas normal, sedangkan penerbangan internasional terbang pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga tidak berdampak,” ucapnya.(tau/lyn)