Gunduli Olympiakos, Arsenal Pimpin Grup B

Meriam London, Arsenal memetik kemenangan di matcday ke-2 Liga Champions Grup B. Arsenal menang 3-1 saat menjamu klub asal Yunani, Olympiakos. Kemenangan The Gunners didapat atas sumbangan gol dari Gervinho (41), Lukas Podolski (56) dan Aaron Ramsey di penghujung laga. Sementara Olympiakos memperkecil kekalahan melalui gol Kostas Mitroglou.

Dengan kemenangan tersebut, Arsenal memuncaki klasemen Grup B dengan torehan enam angka hasil dua kali bermain. Sementara Olympiakos harus puas menghuni peringkat terbawah sebab belum mengumpulkan poin. Schalke yang bermain imbang dengan Montpellier, harus rela berada di peringkat kedua. Montpellier dengan 1 point berada di peringkat ketiga.

Arsenal unggul 1-0 di menit 41. Sepakan Gervinho dari luar kotak penalti menembus gawang Olympiakos.

Empat menit berselang Olympiakos berhasil menyamakan kedudukan. Meneruskan umpan silang Leandro Greco dari sisi kiri pertahanan Arsenal, sundulan Mitroglou masuk ke pojok kanan gawang yang di kawal oleh Vito Mannone. Skor imbang 1-1 dan tak lama peluit tanda jeda pertandingan dibunyikan.

Mitroglou kembali memberikan ancaman bagi Arsenal di menit 53. Belum optimal, sepakan kaki kanannya dari luar kotak penalti masih melenceng di sisi kanan gawang Arsenal.

Arsenal bisa kembali unggul tiga menit berselang. Berawal dari bola sodoran Gervinho, sontekan kaki kiri Podolski berbuah gol bagi Arsenal.

Di menit-menit akhir pertandingan, Ramsey yang masuk menggantikan Podolski di menit ke-80 berhasil menambah satu gol lagi buat Arsenal. Skor berubah menjadi 3-1, dan tak lama pertandingan pun berakhir.

Schalke- Montpellier Imbang

Bermain di kandang, Schalke memperagakan permainan agresif. Tandukan Klaas-Jan Huntelaar menyambut tendangan bebas Julian Draxler belum menemui sasaran, dan tendangan Teemu Pukki diblok.

Keasyikan menyerang, Schalke justru kecolongan di menit ke-13. Usai menerima bola dari Rémy Cabella, Karim Ait-Fana melepaskan tendangan melengkung yang membuat kiper Lars Unnerstall tidak berdaya.

Schalke memberikan respon. Dalam kurun waktu lima menit, tercatat tiga peluang yang diperoleh tuan rumah melalui Draxler dan Huntelaar, tapi tak satu pun yang mengarah ke gawang lawan.

Upaya The Royal Blues baru membuahkan hasil di menit ke-26. Umpan terobosan Huntelaar dilanjutkan Draxler dengan tendangan keras kaki kanan untuk membobol gawang Geoffrey Jourdren.

Montpellier membalas agresivitas Schalke selang tiga menit kemudian. Namun tendangan Younes Belhanda usai menerima umpan Jamel Saihi masih melenceng tipis dari tiang gawang. Skor imbang bertahan hingga babak pertama usai.

Serangan bertubi-tubi dilancarkan Schalke di babak kedua. Jourdren melakukan dua penyelamatan sebelum memasuki menit ke-50 ketika membendung tendangan Pukki dan Benedikt Howedes.

Selang dua menit kemudian, Schalke makin di atas angin menyusul kartu merah yang diterima Garry Bocaly setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Draxler di kotak penalti. Huntelaar yang ditunjuk sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Keunggulan jumlah pemain coba dimanfaatkan Schalke. Ancaman demi ancaman hadir di pertahanan Montpellier secara berturut-turut. Namun peluang Kyriakos Papadopoulos, Huntelaar, dan Ibrahim Afellay dapat diamankan kiper tim tamu.

Menjelang pertandingan berakhir, Montpellier yang kalah jumlah pemain justru memberikan tekanan hebat di pertahanan Schalke. Hasilnya, Montpellier bisa tersenyum, karena bisa membawa pulang satu angka saat Souleymane Camara menyelesaikan umpan Jonathan Tinhan ke gawang lawan.(**)