Gudang Pengetahuan, Namun Kurang Sarana Umum

 Meninjau Museum Negeri Provinsi Bengkulu
Apabila  anda ingin mengetahui sejarah dan segala potensi yang ada di Provinsi Bengkulu, tidak salah jika anda mengunjungi Museum Negeri Provinsi Bengkulu.   Bangunan yang terletak di Jalan Museum Padang Harapan Bengkulu itu, sehari-hari tampak lengang.  Bagaimana keadaan museum ini? Simak tulisan berikut;

ARI APRIKO, Kota Bengkulu

JAS merah itulah sepenggal kata yang di ucapkan Miznan, SSos MPd Kepala Museum Negeri Provinsi Bengkulu saat ditemui BE kemarin.  Menurutnya segala  yang ada di Provinsi Bengkulu ada di museum ini mulai dari sejarah jaman batu dahulu yang pernah ditemukan di Provinsi Bengkulu hingga potensi wisata yang ada di Bengkulu.  Namun masih sedikit warga Bengkulu yang ingin berkunjung ke museum ini.  Meskipun ia mengakui tahun ini mengalami kenaikan jumlah pengunjung jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Meskipun mengalami kenaikan, namun itu masih jauh dari yang diharapkan. Karena jumlah pengunjung dalam satu tahun di Bengkulu sama dengan jumlah satu bulan di museum daerah lain,” ungkapnya.
Menurutnya dia beserta jajarannya telah melakukan upaya secara maksimal untuk mensosialisasikan museum kebanggaan Bengkulu ini ke seluruh daerah Bengkulu.  Mereka sampai pernah mempromosikan hingga ke sekolah-sekolah yang ada di Kaur.  Dan rencana sosialisasi seperti itu akan terus dilaksanakan bahkan ke seluruh daerah Bengkulu.

Terakhir mereka mengirim surat untuk Dinas Pendidikan Kota Bengkulu untuk mengajak siswa-siswa yang ada di Kota Bengkulu untuk belajar di museum minimal sebulan sekali.  “Rencana kami selanjutnya kami akan melakukan pameran benda-benda museum ke seluruh daerah Bengkulu.   Namun kami terkendala dengan kendaraan yang membawa benda-benda tersebut, karena Museum belum mempunyai kendaraan operasional seperti itu,” ujarnya.

Selain itu pihaknya akan berencana membuat ruanag kreatif seperti tempat membatik.  Supaya nantinya siswa-siswa yang di sekolahnya ada mata pelajaran membatik, dapat belajar membatik di museum dengan melihat contoh aslinya.  Pada saat kita berkunjung ke museum saat ini ada yang berbeda dari biasanya, karena saat ini ruangan bagian depan dan ruang bawah sudah direnovasi.   Ruangannya sudah dingin karena sudah diberi AC, dan tidak gelap seperti dulu serta penataan koleksinya yang sudah rapi.
”Pada bagian pertama masuk kita akan disuguhkan dengan koleksi kebudayaan dan sejarah, dan memasuki gedung belakang yang belum kena renovasi, kita akan melihat segala macam jenis keramik hasil temuan yang ada di Bengkulu.  Mulai dari keramik China, Vietnam, Thailan dan Jepang serta berbagai jenis tempayan.  Sedangkan di bagian bawah kita dapat melihat berbagia jenis permainan anak, mata pencaharian, pelaminan, senjata tradisional, berbagai jenis tenunan dan alat tenun, alat musik hingga uang dari jaman kerajaan hingga tahun 1950 serta mesin pencetak uang.

“Koleksi kita lengkap.  Semua yang pernah ada di Bengkulu kita ada.  Cerminan budaya ada di museum dan disini bisa dijadikan tempat pendidikan, kebudyaan, sejarah dan penelitian,” terang Miznan.

Dan jika dibandingkan dengan museum di daerah lain, museum Bengkulu masih sedikit tertinggal.   Kalau di museum tempat lain sudah ada arena yang memutar kejadian-kejadian yang terjadi dimasa lampau dengan efek tiga dimensi, sehingga kita bisa merasakan juga, namun di museum provinsi Bengkulu, jangankan kecanggihan teknologi, fasilitas umumnya saja masih kurang seperti WC.  WC yang digunakan untuk pengunjung saat ini adalah WC aula.  Padahal jika pengunjung yang datang rombongan seperti anak sekolah yang bisa mencapai beberapa bus, yang pertama mereka cari adalah WC. (**)