Gudang Ikan Dibobol, Rp 106 Juta Raib

BRANGKAS - Karyawan gudang ikan saat menunjukan laci tempat brangkas yang dicongkel pelaku (2)BENGKULU, BE – Kawanan bandit kembali beraksi di Kota Bengkulu. Kali ini sebuah gudang ikan pada Koperasi Jasa Mutiara Laut yang berlokasi di jalan Citanduy no 82 RT 6 RW 02 , Kandang, Kampung Melayu, Kota Bengkulu, menjadi targetnya. Dari gudang ikan ini, pelaku berhasil menggasak uang tunai Rp 106 juta yang terletak di dalam dua cash boks (brankas kecil) yang terletak di dalam laci meja.

Kepala Operasional Gudang, Sukanda (50), menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (2/5) malam. Ia baru mengetahui gudang telah dibobol setelah mendapat kabar dari karyawan yang hendak membuka gudang pada Minggu (3/5) pagi dan melihat laci sudah terbuka. Saat itu, satu brankas warna biru laut yang berisikan uang tunai Rp 38,6 juta dan 5 BPKB mobil dan 1 buku cek giro berhasil dibawa kabur.

Sedangkan 1 brankas warna hijau lumut sudah terbuka. Namun uang senilai Rp 67,6 juta yang berada di dalamnya berhasil dibawa kabur. Diduga pelaku masuk ke dalam gudang dengan merusak tralis besi yang terletak pada fentilasi kamar mandi gudang tersebut.

“Dia (pelaku,red) naik dari belakang gudang dengan menggunakan sebuah tangga yang terletak di samping gudang,” terang Sudanda.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam kejadian tersebut, terjadi sesuatu yang janggal. Sebab pelaku mengetahui kode salah satu brangkas dan seolah sudah mengetahui dimana letak kedua brangkas tersebut. Sebab, selama ini hanya ada beberapa oerang yang mengatahui kode dari brankas tersebut, diantaranya para karyawan gudang yang sudah pernah menjadi bendahara gudang. Kendati demikian, ia tak bisa menyimpulkan siapa pelaku yang melakukan hal tersebut, sebab pihaknya tak memiliki bukti siapa pelakunya.

“Saat terbuka, posisi ruangan masih dalam keadaan rapi. Hanya laci meja yang berisikan uang yang dibuka pencuri,” imbuhnya.

Ditambahkannya, uang tersebut merupakan uang yang akan digunakan untuk membeli ikan dan belum sempat ditransferkan ke rekening pemasok ikan. Ia mengaku, selama 15 tahun gudang tersebut didirikan peristiwa serupa tak pernah terjadi. Kendati demikian, ia mengaku telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kampung Melayu, untuk ditindak lanjuti.

“Di sini (gudang,red) memang tak ada petugas khusus yang berjaga di malam hari. Selama ini tak pernah ada pencurian di gudang,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK, melalui Kapolsek Kampung Melayu, Iptu Yudha Setiawan, dikonfirmasi BE, membenarkan telah menerima laporan korban dan akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.

“Kita sudah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi. Selanjutnya kita akan kembali memeriksa dua karyawan lainnya yang juga mengetahui kode brankas tersebut . Dan apakah ada keterlibatan orang dalam, hingga saat ini kita belum bisa memastikannya sebab masih dalam penyelidikan,” terang Yudha, (135)