Gubernur Siapkan Mutasi

Foto : RIo/BE
Foto : RIo/BE

BENGKULU, BE – Setelah menjadi gubernur definitif, H Junaidi Hamsyah SAg MPd bergerak cepat menata birokrasi di Pemprov Bengkulu. Mutasi besar-besaran pun akan segera dilakukan sebagai upaya mengejar target penyerapan anggaran 100 persen APBD 2013. Saat ini, ada sekitar 102 jabatan eselon III dan IV mengalami kekosongan.

Rencana mutasi tersebut semakin pasti setelah rapat tertutup yang dipimpin Gubernur Junaidi Hamsyah dan dihadiri oleh para asisten dan para kepala dinas dan kantor, Rabu (19/12).

“Tadi kita mengelar rapat koordinasi untuk membahas 4 prorgam prioritas yaitu pembangunan infrastruktur dasar, layanan kesehatan pendidikan dan ketahanan pangan non beras. Kalau rencana mutasi baru dibahas pejabat eslon III dan IV yang kosong harus segera diisi. Sebab di awal triwulan pertama ini harus sudah ada serapan yang maksimal. Syukur bisa memenuhi target yang diharapkan,” kata juru bicara gubernur, Eko Agusrianto yang juga Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.

Ia mengatakan kalau roda perekonmian masyarakat sudah berjalan otomatis peningkatan pendapatan akan bertambah. Sehingga memang perlu dilakukan mutasi tidak menututp kemungkinan yang kosong terisi dan yang roling akan dikaji lagi untuk penempatannya, mungkin selama ini kurang pas maka dicarikan tempat yang pas. Dalam waktu dekat ini akan digodok oleh Baperjakat. “Tapi yang kita harapkan nanti mereka yang sudah dikenal masyarakat, memiliki komptetnsi profesionalisme dan punya kemampuan untuk membantu gubernur, dan sedapat mungkin untuk menghidari KKN,”katanya.

Agar tidak terjadi KKN maka Baperjakat akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan setiap pejabat yang akan dipromosikan, khususnya para kepala dinas, badan dan kantor. Ia juga menegaskan tidak ada lagi istilah titipan keluarga gubernur dan tim sukses. Setidanya ada 102 untuk eselon III dan IV yang kosong, “Silahkan nanti kalau teman-teman ada yang mendengar ada indikasi KKN silahkan disampaikan. Itu sangat berisiko bagi pejabat eselon II. Pak Gubernur tidak mau ada jual beli jabatan, dan itu Baperjakat yang akan mengodoknya,”tegasnya.

Pemilihan Wagub
DPRD Provinsi baru akan mengajukan pembahasan pemilihan wakil gubernur 60 hari setelah pelantikan atau sekitar Februari 2013. DPRD Provinsi akan menyurati gubernur terkait dengan proses pemilihan wakil gubernur. “Setelah 60 hari, kita akan surati gubernur, apa perlu mencari wakil gubernur atau tidak. Bila jawabannya perlu, kita akan langsung proses dengan menyurati partai politik pengusung agar menyiapkan bakal calon,” kata Anggota Komisi I DPRD Provinsi Herry Alfian Ak, kemarin.

Ia mengatakan Komisi I akan menggodok mekanisme sesuai dengan aturannya. Menurutnya, sudah ada aturan yang jelas mekanisme pemilihan wakil gubernur. “Komisi I sifatnya nanti hanya menyiapkan atau memfasilitas mekanisme dan melakukan verifikasi persyaratan,” katanya.

Saat ini, peminat kursi Wagub ternyata sangat banyak. Banyak tokoh-tokoh Bengkulu, baik dari birokrat, politik, dan akademisi sudah mulai gerilya untuk mencari peluang menjadi wakil gubernur. (100).