Gubernur Programkan 100 Ribu Implan

1.Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah menyampaikan sambutanBENGKULU,BE-Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah bertekat untuk meningkatkan kesehatan bayi dan ibu serta kualitas SDM melalui penggerakkan program KB.
Program KB sangat bermanfaat baik untuk jangka panjang maupun pendek, sehingga pada moment-moment penting agar gerakkan program KB untuk masyarakat.
Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Bengkulu November 2013 agar programkan pelayanan 10.000 peserta implan. “Saya tahu KB tidak melarang untuk hamil, tetapi hanya mengajak untuk mengatur jarak kehamilan dan kelahiran, sehingga menumbuhkan tingkat kesehatan ibu dan bayi,”kata Gubernur Bengkulu pada Rakerda Program KKB 2013.
Untuk itu ia mengajak segenap kepala pemerintahan di daerah itu untuk membuat komitmen yang kuat dalam pelaksanaan program pengendalian kehamilan.
Dalam pelaksanaan program pelayanan 10 ribu implant, ia mengimbau agar pemerintah kabupaten untuk menjaring masing-masing 500 calon peserta dan untuk mencapai sasaran sebanyak itu perlu calon akseptor dari kota Bengkulu. “Saya mengajak agar bupati masing-masing jaring 500 calon implant dan sisa sasaran dari warga Kota Bengkulu, langkah ini yang terbaik untuk masyarakat, sehingga peringatan dan perayaan HUT Provinsi Bengkulu dimasa datang dapat bermanfaat bagi banyak kalangan hingga di perdesaan, ujarnya.
Selain itu Junaidi Hamsyah juga menilai pelaksanaan KB di era ini kurang menggeliat akibat beberapa daerah kekurangan tenaga penyuluh lapangan KB (PLKB). Upaya meningkatkan program KIE KB di daerah maka perlu juga perhatian pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga PLKB di daerah masing-masing kabupaten.  “Bagi daerah kabupaten/kota yang lebih tenaga PNS maka dapat diajukan untuk menjadi tenaga fungsional sebagai penyuluh KB,”imbuhnya.
Perlunya kebijakan itu pemerintah daerah, karena kewenangan wajib dalam penlaksanaan program KB ada di tugas dan tanggungjawab pemerintah daerah.
Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Widati mengatakan, tenaga PLKB di daerah ini sebanyak 210 orang yang melanai sebanyak 1.498 desa yang ada di daerah ini sedangkan, jumlah sebanyak itu masih kurang ideal berdasarkan peta kerja. Ia mengatakan, idealnya satu orang petugas PLKB dapat melayani satu desa atau berdasarkan pasangan usia subur di daerah layanan, pungkasnya. (rs/ipkb)