Gubernur Pantau Perayaan Natal

RIO-GUB PANTAU  NATAL (5)BENGKULU, BE –  Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd, Selasa pagi memantau pelaksanaan ibadah perayaan Natal yang digelar di sejumlah gereja di Kota Bengkulu.  Gubernur didampingi sejumlah pejabat daerah, dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi turun langsung ke sejumlah gereja untuk memastikan pelaksanaan ibadah perayaan Natal berjalan lancar dan aman. Dua gereja yang dipantau yakni Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Kelurahan Kebun Tebeng dan Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil di Kampung Kota Bengkulu, dan beberapa gereja lainnya yang ada di Kota Bengkulu.  Pematuan pertama kali dilakukan di gereja tertua yang dipadati  ratusan umat Katolik.

“Pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan lancar ditengah-tengah suasana aman dan kondusif,” kata Junaidi, kemarin.
Gubernur berharap sikap saling toleransi tetap terjaga di Kota Bengkulu.  Ia mengharapkan agar menciptakan suasana kondusif dan meningkatkan semangat toleransi antar umat beragama.  Pantauan secara umum, pelaksanaan ibadah perayaan Natal di sejumlah gereja di Kota Bengkulu berjalan lancar.

Salah satu Pendeta Gereja GKII Yohanes Palathehan mengatakan mengaku bangga karena dikunjungi oleh gubernur pada saat perayaan Natal. Ia mengatakan, selama ini tidak pernah ada gubernur yang mengunjungi umat kristiani  saat perayaan Natal.
“Kunjungan gubernur ini adalah yang pertama kali.  Selama ini belum pernah. Sehingga, kami cukup bangga dan tersanjung,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia curhat kepada gubernur, jika ada 11 cabang gereja GKII, namun seperti di Kabupaten Bengkulu Tengah, pihaknya sulit mendapatkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Sebab itu, ia meminta difasilitasi gubernur, agar IMB mendirikan gereja itu dapat dipermudah.  “Gereja-gereja itu sudah lama, tapi tidak bisa membangun karena tidak ada IMB,” ujarnya.

Di sisi lain,   Kapolres Bengkulu AKBP Djoko Suprayitno mengatakan sejak Senin (24/12) hampir seluruh gereja melangsungkan ibadah perayaan malam Natal.  “Situasi aman terkendali, tidak ada gangguan berarti, hanya cuaca sedikit tidak mendukung, seperti tadi malam hujan deras,” katanya.

Terkait tema perayaan Natal,  Pendeta Freediana Bukit mengingatkan kembali kepada umat Kristiani untuk menjadi pembawa damai dan sukacita sebagaimana Yesus Kristus telah lahir ke dunia. “Yesus lahir ke dunia membawa damai dan sukacita, seperti itu juga kesaksian hidup yang dituntut dari umat Kristen,” kata saat menyampaikan khotbah ibadah Natal di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).

Tema Natal yang dikutip dari Injil Lukas 2 ayat 8 hingga 14 mengajak seluruh umat agar dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pembawa damai dan sukacita. Hal pertama yang harus dilakukan kata Pendeta, adalah mengetahui cara menciptakan kedamaian. Sebab, mustahil tercipta damai jika dalam hati manusia masih penuh iri dan dengki.  “Menciptakan damai itu adalah melepas semua ego, menghilangkan iri dan dengki terhadap sesama,” katanya.

Di HKBP Resort Jitra
Perayaan Natal di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Jitra Kota Bengkulu berjalan dengan aman, tertib dan hikmat. Ratusan jemaat memenuhi gereja tersebut.  Jemaat dari berbagai usia tampak serius dan antusias menjalankan ibadah dari altar yang dipimping langsung oleh Pendeta Sadrak Simanjuntak.

Diawali dengan kidung pujian dan liturgi jemaat berbahasa batak, ibadah Natal ini juga dimeriahkan dengan penyalaan lilin untuk menandakan peringatan hari lahir Jesus Kristus.  Disela-sela peringatan, jamaat dengan khusyuk menyanyikan senandung Sonang ni Bornginnai atau dalam bahasa Indonesia diartikan dengan Malam Kudus. (100/cw1)