Gubernur Minta Pemkot Bina Pedagang di Pantai Panjang

Pantai Panjang
Pantai Panjang

BENGKULU, bengkuluekspress.com– Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah meminta Pemerintah Kota Bengkulu melakukan penertiban dan pembinaan, baik pada pedagang ataupun masyarakat pengunjung wisata pantai Panjang Kota Bengkulu. Hal itu disampaikan Rohidin ketika dikonfirmasi terkait keluhan pengunjung di lokasi depan Pasir Putih kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu yang sempat viral di media sosial (Medsos).

“Memang sejauh ini pasca pembangunan fasilitas Taman di Pasir Putih tersebut, belum ada penyerahan baik pada Pemprov ataupun Pemkota Bengkulu. Namun dalam masalah ini hal yang paling prinsip itu bukan soal siapa yang mengelola, melainkan bagaimana masyarakat bisa berperan dalam pengembangan lokasi wisata itu,” ungkap Rohidin, usai mengikuti Fit and Proper test di Demokrat, Selasa (10/3).

Dilanjutkan alumnus UGM itu, menertibkan masyarakat yang berjualan di lokasi wisata tidak saja dalam konsep pelayanan dari sisi pariwisata. Namun juga edukasi dan pembinaan terhadap UMKM disana.

“Bagaimana para pedagang harus ditegaskan untuk menjaga kebersihan lokasi. Termasuk juga standar harga dari kuliner yang mereka jual,” kata mantan wakil Gubernur Bengkulu itu.

Masih kata politisi Golkar itu, pentingnya yang namanya pembinaan, karena pedagang yang berjualan di lokasi sempat dikeluhkan pengunjung. Dan itu merupakan masyarakat Kota Bengkulu, jadi Pemkot diharapkan bisa melakukan pembinaan. Sedangkan, dari Pemprov sendiri, lebih mengarah pada pembangunan fasilitas penunjang seperti yang ada saat ini.

” Agar para pedagang itu tidak merasa mengklaim lokasi itu miliknya. Terlebih, lokasi yang dikeluhkan pengunjung itu, tidak ada yang namanya diperjual belikan atau juga disewakan. Namun itu tadi, aturan ini Pemkot yang mengaturnya. Intinya ayo sama-sama kita ciptakan tertib wisata, sehingga nantinya berdampak positif terhadap pengembangan wisata yang ada di daerah untuk menarik minat wisatawan datang berkunjung,” tegasnya.

Ditambahkan Pria kelahiran Gelumbang Kabupaten Bengkulu Selatan itu, untuk siapa yang mengelola, sebenarnya itu bukanlah hal yang patut diperdebatkan. Sebaliknya bagaimana potensi wisata itu harus dikelola secara maksimal, sehingga bisa memberikan dampak baik terhadap pembangunan daerah ataupun pertumbuhan ekonomi masyarakat. (HBN)