Gubernur Jadi Rajo Agung

gub2Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah, kemarin mendapat kehormatan berupa pemberian gelar sebagai Rajo Agung.  Pemberian gelar dilakukan oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong.  Prosesi pengukuhan gelar adat tersebut ditandai penyematan keris di pinggang dan tongkat di tangan.
”Pemberian gelar ini sudah melalui urun rembuk para tokoh masyarakat dan perwakilan BMA se-Kabupaten Lebong. Dari musyawarah tersebut tercapai kata sepakat untuk melakukan pemberian gelar rajo kepada Bapak Gubernur Bengkulu dan 3 pejabat Provinsi Bengkulu lainnya,” ungkap Rajo Karang Nio yang juga Bupati Lebong, H Rosjonsyah SIP, saat pemberian gelar rajo yang digelar di Lapangan Hatta Muara Aman, Senin (7/1).
Ketiga pejabat yang juga mendapat gelar kehormatan tersebut adalah Danrem 041 Gamas Kolonel Inf Teguh Prambudi, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs AJ Benny Mokalu SH dan Kajati Bengkulu Puji Basuki Stijono SH.

Kepada ketiga pejabat tersebut BMA Kabupaten Lebong menetapkan gelar Rajo Depati Demung Gicing II kepada Danrem 041 Gamas, Rajo Depati Ajai Daulat II kepada Kapolda Bengkulu dan Rajo Depati Serapang Mas II kepada Kejati Bengkulu.

“Saat ini ke-4 pejabat Provinsi Bengkulu sudah kita berikan gelar rajo di hadapan ratusan masyarakat Kabupaten Lebong. Mudah-mudahan kedepan mereka yang telah diberikan gelar rajo ini terus meningkat kariernya, tidak hanya di Bengkulu tetapi juga hingga ke pusat. Seperti Kapolda nanti bisa jadi Kapolri, Kajati bisa jadi Kejagung, dan Gubernur dapat menjadi Presiden. Kita berharap agar mereka yang telah kita berikan gelar rajo untuk selalu ingat dengan masyarakat di Kabupaten Lebong karena mereka telah bersumpah setio sejanjai di hadapan masyarakat Lebong,” pungkas Rosjonsyah.

Pada kesempatan tersebut, Rajo Agung H Junaidi Hamsyah MPd menegaskan pemberian gelar rajo oleh masyarakat Kabupaten Lebong tersebut menunjukkan bahwa adat istiadat tetap harus diagungkan.

“Saya berharap seluruh masyarakat untuk selalu pegang teguh dan junjung tinggi adat istiadat seperti Kabupaten Lebong yang selalu memegang teguh adatnya. Tanpa kita yang menjunjung tinggi, maka adat tersebut dikhawatirkan bisa hilang. Lebong boleh maju tetapi adat istiadat yang telah diwariskan turun temurun harus tetap dijunjung tinggi,” ucap Rajo Agung.(777)