Gubernur Galang Dana untuk Imigran Rohingya

RIO-GUB GALANG DANA-BANTUAN BAGI PENGUNGSI ROHINGYA-PERINGATAN ISRA MIRAJ (2)
BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd memanfaatkan peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Raya Baitul Izzah Padang Harapan, Kota Bengkulu, kemarin (25/5) dengan menggalang dana untuk membantu imigran Rohingya yang terdampar di Aceh beberapa hari lalu.

Dengan menggunakan kardus, gubernur langsung memungut uang dari para jemaah yang sebagian besar para petinggi Bengkulu unsur Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Dari penggalangan dana tersebut, gubernur berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 16.016.000. Sedangkan ia sendiri memberikan sumbangan dana sebesar Rp 5 juta.

“Dalam waktu dekat ini kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh untuk menyerahkan bantuan ini, kita berharap masih ada tambahannya dari para dermawan yang ada di Bengkulu ini agar sumbangan yang akan kita serahkan jumlahnya lumayan besar,” kata Junaidi.

Menurutnya, penggalangan dana tersebut dinilai sangat penting untuk membantu para pengungsi Rohingya tersebut. Sebab, mereka sudah 3 bulan terombang-ambing di tengah laut dan saat ini ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Aceh, baik makanan, pengobatan maupun tempat tinggalnya. Ikut memberikan bantuan juga sebagai bentuk solidaritas atas sesama manusia dan sesama umat Islam.

“Islam mengajarkan kita untuk saling bantu membantu, saat ini mereka membutuhkan pertolongan dan kita sebagai umat muslim wajib memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Lagi pula, kita umat Islam itu seperti satu tubuh, jika anggota tubuh lain yang sedang sakit, maka anggota tubuh lainnya juga ikut merasakan sakit,” paparnya.

Selain mengharapkan sumbangan dari para dermawan, ia juga mengimbau kepada pejabat dan PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan masyarakat luas agar sedikit membagikan penghasilannnya untuk membantu para warga Rohingya tersebut. Mengingat, warga Rohingya itu ingin menyelamatkan diri dari pembantaian yang dilakukan oleh umat Budha sebagai etnik mayoritas di negaranya, Myanmar. (400)