Gubernur dan Bupati Bantu Warga Genting

MC/BHAKTIBANTUAN : Gubernur Bengkulu, Dr drh H Rihidin Mersyah MMA dan Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH menyerahkan bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana banjir di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Benteng, Minggu (12/5).

107 KK akan Direlokasi

BANG HAJI, Bengkulu Ekspress -Penderitaan yang dialami warga Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) membuat semua pihak terketuk. Termasuk Gubernur Bengkulu, Dr drh H Rihidin Mersyah MMA, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman dan Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH. Ditengah kesibukannya, Gubernur Bengkulu dan Bupati Benteng meluangkan waktu untuk berkunjung ke Desa Genting dan berbuka bersama warga yang terkena dampak bencana, Minggu (12/5) sore.

Pantauan Bengkulu Ekspress, gubernur beserta rombongan datang dengan membawa bantuan berupa sembako, alat pertanian serta peralatan sekolah bagi anak-anak dan memberikan bantuan tali kasih kepada 107 Kepala Keluarga (KK) dengan nominal masing-masing sebesar Rp 250 ribu.

Selain itu, bantuan sosial juga diberikan oleh Bupati Benteng bersama rombongan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diantaranya, bantuan berupa 300 paket sembako dan 25 unit tenda. Gubernur yang dikenal akrab dengan anak-anak ini, sempat mengajak anak-anak terdampak banjir bernyanyi bersama. Kehadiran Gubernur disambut hangat para warga terdampak banjir.  Anak-anak terlihat bersemangat, riang gembira bernyanyi bersama dengan orang nomor satu di Provinsi Bengkulu ini.

Rohidin Mersyah mengatakan, dalam kunjunganya bersama rombongan, juga menyeerahkan bantuan 107 unit lampu emergensi, tas sekolah buat anak-anak, alat kebersihan, 1 tangki air bersih, kelambu tidur, Masker, sembako, dan tali kasih untuk 107 KK warga tersampak banjir. “Kondisi masyarakat sudah sangat memprihatinkan. Karena kampungnya hilang ditelan banjir dan lumpur,” terang Rohidin.

Bantuan sendiri terus akan didistribusikan. Bahkan kemarin (13/5), Gubernur juga menerima audiensi dari Kantor Pelayanan Navigasi/ AirNav Indonesia Cabang Bengkulu di Ruang Kerjanya. Dalam pertemuan itu, pihak AirNav Bengkulu akan memberikan bantuan berupa 1 unit kompor gas kepada 107 KK di Desa Genting, Kabupaten Bengkulu Tengah.  “Bantuan yang diberikan ini juga sangat membantu sekali kepada warga yang saat ini masih berada di pengungsian,” ungkapnya.

Untuk membersihkan material lumpur di wilayah Desa Genting tersebut, Rohidin menegaskan, pihaknya bersam Kapolda Bengkulu dan Danrem 041/Gamas Bengkulu telah bersepakat untuk mengirimkan alat berat ke desa tersebut.  “Dalam waktu dekat ini, kita akan mobilisasi alat berat ke Desa Genting dan tim untuk ikut membersihkan bekas lumpur,” pungkas Rohidin.

Bupati Benteng, Ferry Ramli, memberikan apresiasi atas bantuan dari semua pihak yang telah peduli terhadap bencana alam di Bumi Maroba Kite Maju tersebut. “Kami berikan ucapan terima kasih kepada semua yang telah peduli kepada warga kami yang tertimpa bencana. Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bupati.

Sejauh ini, sebagian besar rumah warga memang sudah dibersihkan dari sisa endapan lumpur pasca banjir. Rata-rata ketinggian lumpur di setiap rumah mencapai 30-50 Centimeter.  Hanya saja, curah hujan terus turun membuat warga setempat lebih memilih untuk menempati tenda darurat yang terbuat secara sederhana dari terpal ketimbang kembali ke rumahnya. “Semoga cuaca kembali normal agar warga bisa kembali menempati rumah masing-masing. Saat ini, warga dan relawan masih membersihkan sisa lumpur agar rumah bisa ditempati dengan nyaman,” harap Bupati.



Pemkab Siapkan Lahan

Di sisi lain, Penjabat (Pj) Sekda Benteng, Edi Hermansyah SSi MSc PhD ketika ditemui menegaskan bahwa Pemda Benteng serius untuk melakukan relokasi pemukiman warga. Sebagai langkah awal, Pemda Benteng akan mencari lahan yang tepat sebagai lokasi baru. Mewujudkan hal itu, kata Edi, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan managemen PT Bio Nusantara Teknologi (BNT) untuk bernegosiasi tukar guling lahan.

“Pemda Benteng sudah berkoordinasi dengan PT Bio untuk meminta sebagian lahan mereka. Yang jelas, lahan untuk pemukiman harus terbebas dari banjir dan tentunya tak terlalu jauh dengan pemukiman saat ini,” kata Edi.

Edi berharap, PT Bio bersedia menyerahkan sebagian lahan HGU mereka untuk dijadikan pemukiman warga. Dan sebagai gantinya, warga juga harus bersedia menyerahkan lahan pemukiman mereka saat ini untuk diserahkan kepada PT Bio. “Yang diserahkan ke PT bio hanyalah lahan. Sedangkan, semua aset warga yang berada diatasnya bisa dipindahkan ke lokasi yang baru,” kata Edi.

Lebih lanjut, Edi menegaskan, wacana relokasi ini masih dalam tahap pemantapan bersama seluruh OPD teknis di Kabupaten Benteng. Sebab itulah, dirinya berharap agar seluruh masyarakat dapat setuju dan merelakan lahan pemukiman yang saat ini.

“Ini semua demi kebaikan warga. Sehingga, tak ada lagi warga yang terkena dampak bencana banjir seperti saat ini. Sebab, pemukiman yang ada saat ini memang berada di daerah aliran sungai dan selalu terdampak banjir tatkala hujan deras tiba,” demikian Edi.(135)/151)