Gubernur Bengkulu Sudah Usulkan Penutupan Bandara

FOTO HENDRIK/BE – Gubernur Bengkulu Rohidin saat membagikan alat pelindung diri bantuan Pemerintah Pusat

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah menegaskan bahwa Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemprov Bengkulu bukan anti ‘lockdown’ atau karantina wilayah untuk mengantisipasi pandemi corona virus atau covid-19.

Hal ini ditegaskannya saat menjawab pertanyaan sejumlah awak media menyikapi dua kali surat permohonan yang dilayangkan oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang meminta Gubernur Bengkulu untuk melakukan lockdown atau karantina wilayah.

Rohidin menjelaskan, kecemasan setiap kepala daerah tentunya sama dalam menyikapi bencana covid-19. Banyak daerah yang mengusulkan bukan hanya Bengkulu hampir seluruh wilayah di Indonesia.

“Bengkulu juga menyampaikan untuk itu. Semua gubernur se Indonesia mengusulkan penutupan bandara dan sejumlah pelabuhan ke Kementerian Perhubungan. Malah kita sejak dua minggu lalu seluruh gubernur berkoordinasi dengan kemenhub untuk menutup akses pintu keluar masuk tersebut, tetapi Kemenhub menegaskan tunggu karena itu kebijakan nasional,” jelas Rohidin usai mendistribusikan APD dan rapid test di RSUD Seluma, Sabtu (28/3).

Perinsipnya, lanjut mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu, tingkat kecemasan dan kehati-hatian sama. Ia mengaku telah terlebih dahulu minta untuk Bengkulu diamankan, ditutup dan dikelolah pemerintah daerah Bengkulu agar terhindar dari penyebaran covid-19.

“Kita selalu berkonsultasi dengan kemendagri dan Kemenkes untuk mengelolah wilayah. Karena ini merupakan kebijakan satu pintu melalui pemerintah pusat dalam menangani Bencana ini,” ujar Rohidin.(HBN)