Gubernur Bengkulu Bentuk Tim Pencari Penyebab Antrean Solar di Bengkulu

Zonasi SPBU Di Kota Bengkulu Dihapuskan

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Gubernur Bengkulu Dr.H. Rohidin Mersyah, meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu, bersama Pertamina, Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA), Gapabara (gabungan pengusaha batu bara) dan masyarakat membentuk tim mencari penyebab terjadinya antrian panjang pembelian BBM jenis solar di seluruh SPBU di Kota Bengkulu.

“Kami sedang mempelajari sekaligus mencari jalan keluar kenapa hanya di Bengkulu yang terjadi kelangkaan solar,” kata Gubernur, saat Konfensi Pers Terkait Kelangkaan Stock BBM di Provinsi Bengkulu, di Media Center┬áKantor Gubernur Bengkulu, Senin (15/7).

Rohidin mengaku, dalam kelangkaan BBM jenis solar tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu merespon cepat. Karena, dengan panjang antraen yang mengular dapat menggangu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Provinsi Bengkulu. “Persoalan seperti itu telalu lama terjadi, maka akan kita cari solusinya. Tahun lalu pemprov sudah tanda tangan kerja sama dengan Pertamina dan BPH Migas untuk penambhan kuota bbm Bengkulu,” ungkapnya.

Kondisi antrean panjang, lanjut Gubernur, terjadi mulai bulan mei akhir dan Juni, hingga Juli terparah. Sangat terasa dampaknya pada masyarakat khususnya di kota Bengkulu. “Maka itu, zonasi SPBU untuk pengisian BBM saya minta dihilangkan atau dihapuskan,” ujarnya.

Ternyata, masih kata Gubernur, kuota BBM oleh Pertamina sudah ditambah 15 persen pada Juni lalu dan ditambah lagi 15 persen pada Juli untuk mengurangi kemacetan, namun tetap saja terjadi kelangkaan solar di SPBU.

“Kita minta tim yang dibentuk turut memastikan penyaluran BBM bersubsidi tersebut, sudah tepat apa belum kemasyarakat. Untuk itu, kita minta turun Asisten ll Disperindag, ESDM, Organda laporkan dengan pihak kepolisian untuk mengecek pasti di lapangan,” tegasnya.

Ditambahkan mantan wakil Bupati Bengkulu Selatan itu, karena sudah hampir penambahan 25 persen. Kesimpulannya, sudah ditanggung jawabi pertamina nanti, zonasi dihapus, karena tidak produktif yang dimintakan kepastian kuota bbm. Jangan sampai kuota tahunan BBM Provinsi Bengkulu habis jika dikeluarkan tambahan terus oleh pertamina.

“Besok atau lusa antrian saya minta sudah terurai. Kan sudah jelas kalau sudah pemetaan, apa memang betul pertamina menyalurkan ke SPBU-SPBU, atau SPBU nya yang tidak menyalurkan. Jika tim turun ke lapangan nantinya, tinggal sandingkan data penyaluran dari pertamina dan data yang terslalurkan ke SPBU. Jika Solar tersebut tidak tersalurkan ke masyarakat, terjadi penimbunan atau untuk konsumsi industi maka itu telah melanggar, karena itu subsidi. Maka kita minta buktikan bersama apa yg dibilang pertamina atau ada penimbunan lainnya,” pungaks Gubernur

Sementara itu, Sale Retail Pertamina Bengkulu Riza Rahmat mengatakan, kuota solar sudah ditambahkan hampir 25 persen dari biasanya. Pada Juni itu melihat antrean yang ada, Pertamina mengeluarkan 192 kilo liter per hari. Sedangkan, untuk sekarang ini untuk mengantisipasi terjadinya antrian panjang, di angka 242 kilo liter sejak tanggal 10 Juli.

“Kita sudah konfirmasikan ke mana ke pemiliknya untuk menebus sesuai dengan kuota yang kita kasih. Namun penambahan 25 persen memang masih kami fokuskan di SPBU zonasi. Karena dari pak gubernur sudah mengeluarkan statement zonasi ditiadakan mungkin ketika nanti di lapangan itu yang kuotanya banyak akan dipindahkan. Sebenarnya kalau misalkan kita paksakan diangka 242 KL per hari itu, tidak cukup untuk akhir tahun. Maka Pertamina maupun dari Pemda Bengkulu akan mengajukan usulan penambahan kuota solar ke BPH Migas,” tutupnya. (HBN)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*