Gub Minta Tutup Warung Remang

BENTENG, BE – Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, S.Ag.M.Pd meminta agar Pemkab menutup warung remang-remang, disaat memasuki Bulan Suci Ramadhan saat ini. Karena, keberadaan warung remang – remang dirasakan bisa menganggu umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa ini. Warung remang-remang yang dimaksud gubernur itu seperti warung remang – remang dikawasan objek wisata liku Sembilan Kecamatan Taba Penanjung, Sungai Suci Kecamatan Pondok Kelapa dan lainnya.
“Jika warung remang – remang ini ditutup sementara maka akan menambah kekhusukan bagi umat muslim menjalankan ibadah puasanya,” ungkap Gubernur disela menghadiri acara hari jadi Kabupaten Benteng kemarin.
Oleh sebab itu, sambung gubernur, para pemerintah daerah (Pemda) Benteng ini hendaknya segera mengeluarkan surat edaran pada pemilik warung remang – remang tersebut, agar mereka menutup sementara warungnya. Dengan demikian, para pemilik warung remang – remang akan mengerti, mengetahui serta mematuhi surat edaran tersebut. ” Jika di kota, Satpol PP-nya gencar melakukan razia, saya minta di Benteng begitu juga,” terangnya.
Wakil Bupati Benteng, Muhamad Sabri, S.Sos menyambut baik instruksi dari Gubernur Junaidi ini. Pemkab kata Wabup segera mengeluarkan surat edaran penutupan sementara warung remang – remang tersebut. Karena, hal itu memang dirasakan sangat penting, demi kelancaran ibadah puasa bagi umat muslim di Benteng. “Kita siap menutup sementara warung remang – remang itu,” tegasnya.
Ia menambahkan, tak hanya warung remang – remang saja yang diminta tutup sementara. Rumah makan juga diminta tidak buka secara terang – terangan. Walupun tetap buka hendaknya diberi tirai penutup. Pengelola rumah makan kata Wabup tetap bisa membuka usahanya, dari sore hingga malam hari menjelang sahur. Asalkan menghormati umat muslim yang berpuasa, dengan memasang tirai di warung makannya tersebut.
“Tujuannya, agar ibadah puasa yang sebentar lagi kita jalankan lebih khusuk,” pungkasnya. (**)