Gub: Jangan Paksakan Jadi Tersangka

RIO-SEMINAR KIPP-PENINGKATAN KAPASITAS PEJABAT PPID (4)
BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd menyampaikan kekecewaannya terhadap informasi yang tidak berimbang yang ditujukan kepada dirinya seperti terkesan dipaksakan menjadi tersangka dalam kasus RS M Yunus Bengkulu dan beberapa kebijakannya yang lain.
“Tidak mungkin hari ini sidang, besok langsung dipenjara, karena hukum itu ada prosesnya. Demikian juga dengan kasus honor dewan pembina RSMY, kalau tidak bisa dijadikan tersangka, ya jangan dipaksakan,” kata Junaidi saat memberikan sambutan dalam acara Peningkatan Kapasitas Pejabat Pengelolan Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang digelar Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Bengkulu di Hotel Madelin, kemarin.
Ia menyebutkan, berita yang muncul di media terkait kasus tersebut seringkali tidak berimbang dan tidak akurat sehingga memberikan pemahaman yang berbeda kepada masyarakat.
“Ada juga yang menyebutkan kemungkinan gubernur terseret. Kasihan kalu diseret-seret, gubernur masih bisa berjalan sendiri dan tidak sedang sakit strok,” ujarnya sambil tertawa.
Selain itu, Junaidi juga mengungkapkan, bahwa penambahan uang makan dan minum gubernur dan wakil gubernur pada APBD Perubahan 2014 dinilai cukup besar mencapai Rp 2 miliar. Ia menjelaskan, anggaran tersebut bukan hanya untuk gubernur biaya makan gubernur sendiri, melainkan untuk menjamu tamu dan SKPD setiap ada acara yang diselenggarakan di Gedung Daerah atau rumah dinas gubernur.
“Harus dipahami secara keseluruhan, itu bukan untuk makan dan minum gubernur saja,  tapi juga untuk menjamu tamu. Saat ada tamu, saya tidak mungkin saya tidak menghadirkan para kepala SKPD, nah inilah yang membuat anggarannya besar,” terangnya.
Ke depan, ia berharap media di Bengkulu akan lebih berimbang dan akurat dalam menyampaikan pemberitaan agar pembangunan di Bengkulu dapat berjalan dengan baik.
“Informasi dari media mungkin tidak terekam seluruhnya oleh kami. Karena itu kami harap media sajikan informasi yang akurat sehingga mampu mencerdaskan masyarakat pembaca atau sesuai dengan tugas media,” tukasnya.(400)