Gub: Jalan Letnan Jahidin Bukan Milik Pemprov

BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah angkat bicara mengenai tuntutan warga Jalan Letnan Jahidin Kelurahan Pasar Bawah, Kecamatan Pasar Manna Bengkulu Selatan (BS) yang meminta dirinya dan Bupati BS mundur dari jabatannya terkait tak kunjung diperbaikinya Jalan Letnan Jahidin yang sudah rusak selama 4 tahun terakhir.
Menurut Gubernur, jalan tersebut bukan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu atau pun jalan nasional milik pemerintah pusat, melainkan milik Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Karena itu, Pemprov pun tidak berwenang untuk memperbaikinya.
“Saya sudah meminta Kepala Bidang Binamarga Dinas PU Provinsi Bengkulu untuk mengeceknya, ternyata jalan yang rusak itu milik Pemkab BS, dan Pemkab BS lah yang berwenang untuk memperbaikinya,” kata Junaidi usai dialog di TVRI Bengkulu pagi kemarin.
Dengan demikian desakan masyarakat yang meminta gubernur mundur dari jabatannya jika tidak mampu memperbaiki jalan itu pun dinilai salah alamat. Karena jalan tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemkab BS, bukan Pemprov. “Saya minta kepada masyarakat untuk tidak hanya mendengar saja, tapi juga membaca dan mencari tahu siapa sesungguhnya yang bertanggungjawab terhadap perbaikan jalan tersebut, agar jangan sampai salah paham,” pintanya.
Hal senada juga disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, Ir Anuwar Yasin MM. Menurutnya, untuk menyikapi tuntutan warga tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten BS. Hasilnya, dalam waktu dekat ini Dinas PU BS akan segera memperbaiki jalan tersebut, dan dalam proses lelang. “Kita sudah cek dan langsung konfirmasi ke Dinas PU BS, dan ternyata Dinas PU BS pun tidak membiarkan jalan itu rusak dan akan diperbaiki tahun 2014 ini juga karena saat ini sudah masuk proses lelang,” terangnya.
Karena masih dalam proses, ia pun meminta masyarakat untuk bersabar. Mengingat untuk memperbaiki jalan rusak tidak semudah membalikkan telapak tangan dan dilakukan sesegera mungkin, karena ada tahapan-tahapannya yang harus diikuti agar perbaikan jalan tersebut tidak menyalahi aturan. “Mohon masyarakat dapat bersabar, yang jelas perbaikan jalan itu ditangani oleh Dinas PU BS dan selesai tahun ini juga,” harapnya.

Bupati BS Enggan Tanggapi Tuntutan Warga
Sementara itu Bupati Bengkulu Selatan (BS), H Reskan E Awaludin SE mengaku tidak akan merespon tuntutan warga BS agar dirinya mengundurkan diri dari jabatan Bupati BS. Hanya saja dirinya menilai jika apa yang dikeluhkan oleh warga BS itu bukan kesalahannya semata. Sebab dirinya mengaku dari awal ingin agar jalan itu  Letnan Jahidin dibangun, tetapi tidak ada kontraktor yang sanggup mengerjakannya.
Adapun kontraktor yang mampu di BS ini hanya satu yakni CV Riko Putra Selatan. Bahkan pada tahun 2013 lalu CV Riko Putra Selatan yang memenangkan kontrak untuk mengerjakan jalan Letnan Jahidin. Akan tetapi CV ini tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu hingga dilakukan pemutusan hubungan kerja. “Saya rasa bukan kesalahan saya jika Jalan Letnan Jahidjn  belum dibangun, sebab kontraktor di BS ini yang bisa mengerjakannya  hanya CV Riko Putra Selatan, akan tetapi CV itu pada tahun 2013 lalu tidak bisa menyelesaikannya hingga putus kontrak jadi baru akan dilanjutkan kembali pada tahun ini,” ungkapnya.
Menurutnya, jika perusahaan lain dari luar Kabupaten BS yang mau mengerjakan proyek di BS ini mereka berpikir berulang lagi. Sebab mereka harus mendatangkan peralatan ataupun alat berat dari daerah asalnya serta material  dari tempat yang jauh. Sedangkan CV Riko Putra Selatan,  selama ini sedang sibuk mengerjakan proyek di daerah lain. Padahal hanya CV inilah  di BS yang dinilai mampu mengerjakan proyek di BS, sebab selain alat beratnya lengkap, juga memiliki material yang banyak di BS.
Sebab itu dia sangat mengharapkan agar CV Riko Putra Selatan dapat membantu Pemerintah Daerah Kabupaten BS dengan siap membangun jalan hotmix di BS. Sehingga di tahun 2014 ini tidak ada lagi proyek jalan hotmix yang gagal. “Selama ini kami mengharapkan agar CV Riko ini dapat mengerjakan proyek jalan hotmix di BS, namun karena mereka sedang sibuk, jadi harus bagaimana lagi, perusahaan luar pun sepertinya belum bersedia masuk ke BS,” keluhnya.
Reskan berharap agar tidak menyalahkan dirinya semata dengan belum dibangunya jalan hotmix di BS  terutama jalan Letnan Jahidin. Akan tetapi, dirinya akan terus berjuang agar semua jalan hotmix di BS dapat dibangun. Bahkan untuk menutup lubang di Jalan Letnan Jahidin, dirinya sudah mengeluarkan dana pribadi hingga Rp 30 juta untuk mendatangkan material. “Silakan warga mau bilang saya apa, namun yang jelas saya akan terus berusaha untuk melaksanakan pembangunan di BS   hingga masa jabatan saya habis namun yang jelas saya akan terus bekerja agar program pembangunan  terus jalan,” demikian Pak Bowo.((400/369)