Gratis, Penataran Pra Nikah Rawan Pungli

Penyerahan penghargaan kepada sejumlah pegawai di jajaran Kemenag Kabupaten Rejang Lebong dalam peringatan HAB ke-71 di Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (3/1). (Foto ARY/BE).

CURUP, BE – Pungutan liar bisa terjadi dimana-mana, tak terkecuali di jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Menurut Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, Drs HM Ch Naseh MEd, salah satu kegiatan yang rawan Pungli adalah penataran pra nikah.

“Memang yang rawan akan terjadinya Pungli adalah penataran pra nikah, karena kegiatan tersebut gratis,” ungkap Naseh usai pelaksanaan upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-71 digelar di halaman kantor Pemda Rejang Lebong, Selasa (3/1) kemarin.

Namun menurut Naseh, jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong telah bertekad untuk bersih dan memberikan pelayanan pada umat untuk kemajuan agama termasuk menghilangkan pungutan liar.

Untuk penataran pra nikah sendiri, menurut Naseh terkadang calon penganten memberikan secara sukarela, namun ia meminta jangan sampai petugas penataran pra nikah mematok harga. Ia juga mengaku, untuk memastikan Pungli, pihaknya juga akan menyediakan call center agar masyarakat bisa sama-sama mengawasinya.

“Nanti kita akan buat call centernya sehingga masyarakat bisa melaporkan setiap adanya Pungli di jajaran Kemenag Rejang Lebong,” katanya.

Pelaksanaan HAB ke-71 di Kabupaten Rejang Lebong dilaksanakan dengan upacara bendera dengan inspektur upacara Wakil Bupati Rejang Lebong H Iqbal Bastari SPd MM. Dalam kegiatan tersebut bupati menyampaikan sambutan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin. Dalam sambutannya tersebut Wabup menjelaskan sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-71 tahun 2017 yaitu Bersih Melayani dan motto Lebih Dekat Melayani Ummat. Ia berharap peringatan ulang tahun Kementerian Agama ini semakin memperkuat komitmen kita semua terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama.

Seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan ketrampilan dan kesigapan dalam bertugas. Ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kementerian Agama.

Setelah upacara kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah pegawai di jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong dan beasiswa kepada pelajar yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. (251)