Gong Pilwakot Ditabuh

RATU SAMBAN, BE – Pesta demokrasi di Kota Bengkulu akhirnya mendapatkan kepastian. Ini ditandai dengan dilakukannya penandatangan nota kesepakatan kesediaan anggaran Pilwakot antaran Pemkot Bengkulu, KPU dan Panwaslu Kota Bengkulu, kemarin (27/1). Lauching resmi Pilwakot sendiri dijadwalkan 1 Februari mendatang. Sedangkan pencoblosan kemungkinan besar akan berlangsung September mendatang. KPU sendiri mendapatkan jatah anggaran senilai Rp 16,7 miliar, sedangkan Panwas Rp 2 miliar. Angka ini lebih kecil dari usulan KPU senilai Rp 21 miliar. “Inilah biaya demokrasi yang harus dikeluarkan, karena demokrasi ini memang mahal. Dengan anggaran ini, maka masyarakat Kota Bengkulu bisa menentukan pilihannya nanti,” ungkap Walikota Bengkulu, H Ahmad Kanedi SH MH seraya menegaskan uang tersebut tetap harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. Kucuran dana tersebut diplot sekaligus jika Pilwakot berlangsung 2 putaran. Namun khusus KPU dana tersebut akan digelontorkan dalam 3 tahapan, sedangkan Panwas 2 tahapan. Ketua KPU Kota Bengkulu Salahudin Yahya mengutarakan dengan adanya kepastian anggaran tersebut, tak ada kendala lagi untuk melaunching tahapan Pilwakot 1 Februari mendatang. Anggaran Rp 16,7 miliar itu terinci untuk tahap pertama anggaran akan dicairkan sebanyak 2 kali dengan perincian Rp 5,7 miliar dan Rp 6,5 miliar. Sedangkan jika memang harus berlanjut ke putaran kedua akan dicairkan lagi Rp 6,5 miliar. “Prinsipnya kita sudah siap untuk menjalankan tahapan Pilwakot. Kita berharap semuanya bisa berjalan lancar,” ungkap pria yang akrab disapa Daeng ini. Adapun masa waktu jabatan pasangan Walikota Ahmad Kanedi dan Wakil Walikota Bengkulu Edison Simbolon akan berakhir pada 17 November 2012. Sementara dalam aturan perundang-undangan pencoblosan dilakukan selambat-lambatnya pada 17 Oktober atau 30 hari masa berlakunya jabatan. Sementara itu, Panwaslukda dengan anggaran Rp 2 miliar tersebut akan melakukan rekruitment Panwascam dan pengadaan kesekretariatan. Soalnya, aktivitas Panwas saat ini menumpang di kantor sebuah lembaga swadaya masyarakat. “Panwascam adalah prioritas kami selain itu sewa sekretariatan. Baru kemudian bisa fokus melakukan pengawasan tahapan Pilwakot,” ungkap Ketua PanwasluKota Bengkulu, Drs M Taufik Mantan. (160)