GNKR Gelar Aksi Damai di KPU Provinsi Bengkulu

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Belasan massa yang mengatas namakan diri dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), Rabu siang (22/5), menggelar aksi damai di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu. Masa yang didominasi para emak-emak tersebut menyuarakan 7 tuntutannya kepada KPU Provinsi Bengkulu.

“Kita minta KPU bersikap Jurdil. Takbir, Allahuakbar,” teriak salah satu emak-emak dalam orasinya.

Sopian Suhri selaku Korlap pada aksi damai tersebut mengatakan, GNKR mengadakan aksi damai dan menyampaikan pendapat terkait kegiatan pemilu tahun ini. Untuk Provinsi Bengkulu, sudah sangat bagus pelaksanaannya, namun apa yang disampaikan kawan-kawan GNKR tadi untuk disampaikan ke KPU RI.

Massa dari GNKR tersebut diterima langsung Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra. Dikatakan Irwan, pertama KPU mengapresiasi atas aksi damai yang mereka lakukan. Saat ini dinamika pasca penetapan kpu banyak dinamika yang bergejolak di KPU selain di Bengkulu. Terkait dengan tuntutan tersebut, sejalan dengan semangat KPU untuk melakukan pemilu yang jurdil (jujur dan adil) dan mekanisme yang konstitusional untuk menempuh jalur konstitusional.

“Kami akan menyampaikan terkait tuntutan tersebut, besok. Sekaligus menghormati tuntutan ini sebagai bahan evalusi bersama,” pungkas ketua.

Kapolres Bengkulu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Prianggodo Heru Kun Prasetyo, S.IK mengatakan, memang sejak awal GNKR menyampaikan mengadakan aksi damai.

“Maka pihak kami melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Kita mengerakan personel sekitar 200 orang. Kita tetap meningkatkan pengamanan pemilu hingga pelantikan nantinya,” tutupnya.(HBN)

Berikut tuntutan yang disuarakan dan diserashakn GNKR kepada KPU,:

1 Segera dibentuk TPF atas wafatnya para petugas KPPS

2. Audit Forensik IT KPU oleh Lembaga Independen

3. Mengusut tuntas setiap adanya indikasi pelanggaran Pemilu dalam Pilleg dan Pilpres

4. Meminta KPU & Bawaslu Segera mengambil Ttndakan atas kelalaian, kesalahan dari Anggota KPU dan Bawaslu di seluruh Indonesia disengaja atau tidak sengaja.

5. Menyerukan kepada TNI PORLI & ASN agar bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu

6. Menuntut Demokrasi yang jujur dan adil

7. Usut tuntas kasus korban keracunan makanan di Sarinah Thamrin