GMPK: Program 3 Pilar Pemkot Tidak Jelas

BENGKULU,BE- 3 Pilar pembangunan Pemkot (Pemerintah Kota) Bengkulu dipertanyakan. Karena dinilai kurang menyentuh masyarakat. Program 3 pilar yang dicanangkan Walikota H Ahmad Kanedi dan Walikota H Edison Simbolon yang sudah berjalan lebih 4 tahun lebih itu, tidak jelas keberhasilannya. Hal ini diungkapkan Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Kaur (GMPK) Haspen Nawir, Minggu (25/3). ” Program 3 pilar ini hanya sebatas program atau slogan pemerintah saja. Efek terhadap pembangunan yang berimbas dan dirasakan masyarakat tidak ada,” katanya. Ia mengatakan tiga pilar pembangunan itu adalah ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan gratis. Bila dikaji secara seksama, 3 program pembangunan yang didengung-dengungkan ini, sama sekali tidak berjalan. ” Katakan saja ekonomi kerakyatan, berapa persen program ini berhasil mengangkat perekonomian masyarakat. Keberhasilan ini sama sekali tidak menonjol, karena memang program ini tidak disertai tindakan yang jelas,” ujar mahasiswa asal Kaur yang berada di Kota Bengkulu ini. Selain itu pilar kedua program pendidikan gratis, yang juga menjadi pilar pembangunan Kota. Dengan mengusung program pendidikan gratis, Walikota dinilai telah membohongi diri sendiri. ” Bisa ditanyakan kepada setiap masyarakat yang memiliki anak sekolah, apakah benar mereka memperoleh pendidikan gratis. Pasti, jawaban yang ada justru pungutan yang begitu besar, saat mendaftarkan anak masuk sekolah,” katanya. Ia mengatakan, pemerintah dinilai tidak serius menjalankan programnya pada pilar pendidikan. Hal ini bisa dibuktikan anggaran yang disediakan dalam APBD 2012 Kota untuk pendidikan jauh dibawah 20 persen. ” Sehingga sering kali muncul, keributan disekolah karena adanya pungutan terhadap siswa disekolah. Ini karena suplay dana dari APBD sangat minim,” katanya.

Lebih miris lagi, pemkot selalu mendengungkan kesehatan gratis, sebagai pilar ke tiga pembangunannya. Tetapi kenyataannya masyarakat sulit mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Program ini hanya menyakiti hati masyarakat, terutama yang sedang sakit. “Karena pada kenyataannya, masyarakat miskin yang berobat, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Meski ada Jamkeskot (Jaminan Kesehatan Kota) juga tidak berjalan semestinya,” katanya. Ia mengatakan, 4 tahun perjalanan pemerintah kota sudah terlambat pemerintah Kota melakukan pembenahan. Seharusnya, ditahun ke 4 ini program ini mendekati kesempurnaan. “Tapi, sejak dicanangkan hingga saat ini masih berjalan di tempat. Pemerintah terus membohongi dirinya sendiri dengan mengusung program 3 pilar, ekonomi kerakyatan, pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Ini hanya menyakiti hati rakyat,” ujarnya. Sebelumnya, Sekretaris Kota Drs H Rusli Zaiwin mengatakan
Pemkot Bengkulu tengah berupaya menyelesaikan program kerja tiga pilar. Keberhasilan tiga pilar pembangunan itu adalah ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan gratis.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan para kepala Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait mendorong program tiga pilar tersebut,” katanya. Seiring dengan akan berakhirnya kepemimpinan pasangan Walikota Ahmad Kanedi-Edison Simbolon tahun depan, maka program tiga pilar pitu perlu dituntaskan. Kepada seluruh SKPD dapat menjalankan tugas sesuai dengan sinergi antara program rutin dan tiga pilar pembangunan serta kepala dinas dan badan lebih memahami secara rinci pencapaian program sampai tahun 2012. “Setiap tahunnya tiga pilar pembangunan ini selalu kita evaluasi baik di bidang ekonomi kerakyatan, pendidikan maupun kesehatan agar warga Kota Bengkulu dapat merasakan manfaatnya,” ujar Rusli. (100/Adv)