Gizi Buruk dan Stunting Masih Jadi PR di Bengkulu

Foto Hendrik/ BE – Wakil Gubernur Bengkulu Dr. E. Rosjonsyah saat membuka secara resmi Rakorda dan Rakornis Kemitraan Provinsi Bengkulu 2021, di kantor BKKBN Provinsi Bengkulu, Kamis (25/3).

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Dari empat faktor masalah kesehatan yang menunjukan kualitas kesehatan terhadap sebuah wilayah, gizi buruk dan stunting yang masih tinggi dan menjadi pekerjaan rumah (PR) di Bengkulu. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Bengkulu Dr. E. Rosjonsyah saat membuka secara resmi Rakorda dan Rakornis Kemitraan Provinsi Bengkulu 2021, di kantor BKKBN Provinsi Bengkulu, Kamis (25/3).

“Kondisi ini menjadi tantangan pembangunan di Provinsi Bengkulu, solusinya diantaranya dengan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana),” kata Rosjonsyah.

Rosjonsyah mengatakan, persoalan stunting,, BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) telah diberi mandat oleh presiden sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya penyelesaian stunting ini sebagai persoalan nasional.

“Dimana menuntut semua sektor harus saling bekerja sama secara terpadu dan berkesinambungan mengerjakan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing sektor,” ujarnya.

Mantan Bupati Lebong itu mengungkapkan, persoalan stunting merupakan satu diantara persoalan bangsa Indonesia baik menyangkut kesehatan, pendidikan dan ekonomi sosial budaya apalagi dengan pandemi Covid-19.

“Sehingga cita-cita bangsa menjadikan tahun 2045 sebagai Indonesia emas dengan memanfaatkan bonus demografi mendapatkan tantangan yang lebih besar,” ucapnya.

Ia menambahkan, hadirnya BKKBN dengan cara baru dan semangat baru menjadikan program Bangga Kencana menjadi gaya hidup bagi keluarga di Provinsi Bengkulu. Serta memberikan kontribusi sangat penting terhadap visi dan misi pembangunan Provinsi Bengkulu.(HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*