Gita Lavina Ramadhani, Bayi 9 Bulan derita Penyakit Komplikasi

 Operasi Cangkok Hati Butuh Biaya Rp 550 Juta

Butuh Bantuan
BUTUH BANTUAN: Gita Lavina Ramadhani (9 bulan)menderita penyakit komplikasi hepatitis, penyumbatan saluran empedu (atresia bilier), kista dihati, prankeas dan ginjal. (Foto IST/BE).

Bayi 9 bulan harus menanggung derita penyakit komplikasi. Dokter menutuskan untuk melakukan operasi cangkok hati. Tapi, apa daya, biaya menjadi kendala. Bantuan dermawan sangat diharapkan.

Rizky Surya Tama, Kota Bengkulu

Gita Lavina Ramadhani, bayi berumur 9 bulan sudah harus menanggung penderitaan yang luar biasa. Dia menderita penyakit komplikasi hepatitis, penyumbatan saluran empedu (atresia bilier), kista dihati, prankeas dan ginjal.
Akibat menderita penyakit tersebut berat badan Gita saat ini hanya 6 kilogram, badan kurus dan perut membesar. Orang tua Gita tidak mempunyai biaya yang cukup untuk melakukan operasi cangkok hati sekaligus mengangakat penyakit lain yang bersarang ditubuh Gita.
Ayah Gita, Tabah Pambudi hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Sementara Febri, ibu Gita tidak bekerja. “Biaya operasi cangkok hati kata dokter sekitar Rp 800 juta mas, dari BPJS hanya bisa nanggung Rp 250 juta. Kita ambil yang kelas 3, jadi total biaya operasi dan lain sekitar Rp 550 juta,” jelas Febri yang beralamat di Jalan dua jalur pos giro RT 017 RW 003, Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.
Berbagai upaya untuk mencari tambahan dana sudah dilakukan Febri dan keluarga. Salah satunya meminta bantuan teman-teman serta membuka donasi melalui media sosial. Sejauh ini dana yang terkumpul baru sekitar Rp 7 juta. Untuk itu Febri berharap bantuan dari masyarakat di Kota Bengkulu untuk membiyayai operasi anaknya tersebut.
“Baru sekitar 7 juta mas dana yang terkumpul. Jika ada yang memberikan bantuan bisa hubungi nomor saya 085267977440 atau bisa datang ke rumah sekalian melihat kondisi Gita,” imbuh Febri.
Masih dikatakan Febri, penyakit sudah mulai menyerang Gita sejak umur 2 bulan. Kondisi tersebut semakin memburuk sehingga perut membesar dan hati mengeras saat Gita berumur 7 bulan.
Pada umur tersebut pengobatan alternatif dan dokter sering dilakukan. Setelah ada biaya, saat umur Gita 9 bulan baru dibawa ke Rumah Sakit di Palembang. Tidak ada perkembangan selama menjalani perawatan 1 bulan. Gita kemudian dibawa pulang kerumah karena orang tua kehabisan dana. Kepada dokter orang tua Febri meminta waktu 1 bulan mengumpulkan dana untuk segera melakukan operasi. “Sekarang sudah di rumah mas, rawat jalan karena Gita rentan terinfeksi penyakit lain. Kita minta waktu 1 bulan saat dokter mengatakan akan merujuk Gita ke Jakarta untuk dioperasi,” ujar Febri.
Untuk siapa saja masyarakat Bengkulu yang akan memberikan bantuan kepada Gita bisa menghubungi langsung nomor handphone ibu Gita di 085267977440. Atau datang ke rumah Gita di Jalan dua jalur pos giro RT 017 RW 003, Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.(167)