Giliran SD di Bengkulu Utara Gelar PTM


APRIZAL/BE
Pembelajaran tatap muka yang dilakukan oleh pihak Sekolah Dasar 006 Bengkulu Utara, Senin (14/9).

ARGA MAKMUR, bengkuluekspress.com – Setelah diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Senin (14/9), giliran Sekolah Dasar (SD) yang telah diperbolehkan melakukan PTM oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bengkulu Utara (BU).
Dari pantauan awak media, dihari pertama PTM di SD 006 BU, terlihat seluruh siswa antusias dalam masuk sekolah di hari pertama. Kendati demikian pihak sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan, anak sekolah semua wajib di cek suhu dan mencuci tangan sebelum masuk ruang kelas dan harus menggunakan masker atau faceshield.
Kepala Sekolah SD 006 BU, Drs Sunarno mengatakan, bahwa sesuai dengam surat edaran dari Dispendik BU mulai hari seluruh SD sudah menerapkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka dengan menggunakan sistem ganjil genap pada siswa.
“Ya, hari ini sesuai dengan surat edaran, kita sudah melakukan proses KBM dengan tatap muka dengan menerapakan sistem ganjil genap,” kata Sunarno.

Sunarno menambahkan, bahwa dalam proses mengajar, jumlah siswa yang ada di dalam kelas hanya 20 orang dengan menerapkan sistem ganjil genap. Untuk siswa kelas 1, 3 dan 5 belajar di sekolah pada hari Senin, Selasa dan Rabu. Sedangkan genap, diperuntukan untuk siswa kelas 2, 4 dan 6 pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu.
“Pada intinya para murid belajar 3 kali dalam seminggu. Untuk proses belajar dalam 1 hari hari ada 3 hingga 4 mata pelajaran. Setiap 1 mata pelajaran hanya berlangsung 20 menit. Jadi setiap 1 hari para siswa belajar hanya 3 jam,” terangnya.

Namun yang jelas, Sunarno menuturkan, para siswa masuk mulai dari jam 08.00 WIB hingga jam 10.00 WIB. Pihaknya melakukan pembelajaran tatap muka tetap mengikuti beberapa aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, seperti harus tersedia tempat cuci tangan, siswa diwajibkan menggunakan masker serta harus jaga jarak ketika melakukan kegiatan pembelajaran.
“Kami berusaha memenuhi protokol kesehatan denga meyiapkan tempat cuci tangan, setiap siswa wajib cuci tangan sebelum masuk kelas dan mengecek suhu tubuh serta diwajibkan juga pakai masker. Kami juga menyediakan faceshield setiap ruang kelas,” tuturnya.

Salah seorang wali murid, Eka mengaku, sangat senang bahwa anaknya sudah dapat kembali belajar di sekolah. Selain dapat bertemu dengan teman-teman, anaknya akan dapat mengerti serta lebih memahami mengenai mata pelajaran yang dipelajari bila dibandingkan belajar dari rumah. Karena di sekolah guru menjelaskan secara mendetail. Berbeda dengan belajar dirumah atau daring, yang kerap membuat dirinya selaku orang tua kesulitan dalam mengajar anaknya.
“Ya pasti sangat senanglah. Karena anak-anak dapat berkumpul lagi bersama teman teman. Dan yang paling penting dalam pembelajaran saya lebih efektif dari belajar dengan sistem daring,” tukasnya.(127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*