Giliran Fraksi Golkar Walk Out

CURUP, BE – Aksi walk out tampaknya sedang menjadi trend baru di Kabupaten Rejang Lebong.  Setelah aksi walk out yang dilakukan sejumlah pejabat eselon II dan III, kini giliran anggota DPRD RL dari Fraksi Golkar melakukan aksi serupa.  Ini terjadi pada paripurna dengan agenda penyampaian jawaban eksekutif atas pandangan fraksi terhadap nota pengantar APBD Perubahan tahun 2012, Rabu (24/10), pukul 09.00 WIB.

Aksi ini dipimpin Ketua Fraksi Golkar Yurizal, MBe dan diikuti anggota fraksi Wahono, SP dan Ketua DPRD RL Drs Darussamin MSi yang nota bene anggota fraksi Golkar.  Aksi itu juga diikuti anggota DPRD RL Erfensi, SH yang ikut menyusul meninggalkan paripurna.  Akibatnya, paripurna kali ini hanya di pimpin oleh 1 orang unsur pimpinan DPRD RL saja, yakni Suhardi DS. Bahkan paripurna yang sempat dihadiri 14 anggota dewan, kini tinggal 10 anggota dewan sehingga tidak memenuhi kuorum rapat.

Pantauan wartawan, suasana sidang yang sempat dilakukan skorsing 2 kali 15 menit ini dikarenakan jumlah anggota DPRD RL yang hadir tidak kuorum.  “Saya terpaksa menskorsing sidang 2 kali 15 menit karena jumlah anggota yang hadir kurang dari setengah total anggota DPRD RL,” ujar Suhardi DS SH, Wakil Ketua I DPRD RL saat membuka sidang paripurna.

Di bagian lain, Herizal Apriansah SSos salah satu anggota DPRD juga ikut menginterupsi pimpinan sidang dan meminta agar seluruh masyarakat yang berada di luar auditorium DPRD untuk ikut masuk menghadiri sidang. Permintaan itu dilakukan Herizal karena cukup banyak warga yang diduga simpatisan ingin ikut menyaksikan jalannya paripurna.

  “Pimpinan, sepertinya warga di luar gedung ini sangat ingin menndengarkan dan mengikuti jalannya sidang ini, dari pada berdiri di sana saya minta mereka dipersilakan masuk,” ujar Herizal.

Lepas dari semua fenomena tersebut, Wakil Ketua II DPRD RL akhirnya tetap melanjutkan paripurna atas persetujuan anggota DPRD yang hadir. Sementara Bupati Rejang Lebong, H Suherman SE MM tetap menyampaikan jawaban eksekutif terhadap pandangan fraksi DPRD yang disampaikan pada Sidang Paripurna lalu.

Data terhimpun wartawañ, sidang paripurna tersebut sempat terjadi pergolakan antara Anggota DPRD RL dengan Pejabat Eselon II dan III serta warga yang berada di luar ruangan sidang.

“Kami tadi hanya mencoba untuk menahan emosi Ketua DPRD saja, sebab suasana sidang tadi sudah tidak nyaman sejak sebelum dimulai. Sehingga kami mengadakan rapat fraksi di ruangan lain saat sidang paripurna berlangsung,” ujar Wahono.

Fraksi Golkar menyatakan tidak akan mengikuti paripurna, jika situasi keamanan di ruang sidang tidak kondusif yang membuat sejumlah anggota dewan tidak dapat mengikuti paripurna dengan nyaman. Ketua Fraksi Golkar Yurizal MBe menegaskan, hal ini bermula ketika Ketua DPRD RL Drs Darussamin yang notabene anggota fraksi Golkar bersitegang dengan oknum pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Anggota fraksi kami sudah tidak nyaman berada di ruang sidang, karena saat akan memasuki ruang paripurna, salah satu oknum pejabat SKPD tiba-tiba teriak ingin masuk, sehingga terjadi saling sikut, jelas kondisi ini mengancam keamanan,” tegas Yurizal.

Tindakan itu, tegas Yurizal, merupakan tindakan yang tidak lagi membuat situasi paripurna jadi kondusif dan nyaman untuk anggota dewan. “Kami minta jaminan keamanan, paripurna berjalan tanpa tekanan. Karena partai Golkar tidak mendukung premanisme terjadi,” kata Yurizal. (999)